Semenjak pandemi covid-19 mulai masuk ke tanah Papua pada maret 2020 lalu, banyak aktifitas dan rutinitas masyarakat yang terhambat. Salah satu yang terdampak yaitu anggota kelompok binaan program Zakat Community Development BAZNAS di Desa Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Semua anggota harus melakukan social distancing demi menekan angka penyebaran virus covid-19.

Namun setelah adanya fase new normal, pada Sabtu (12/9/2020) lalu, kegiatan-kegiatan kelompok mulai diaktifkan kembali seperti biasa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Salah satu kegiatan tersebut yaitu kajian kelompok yang digelar di rumah Bapak La Hane, seorang tokoh masyarakat Desa Abepantai. Kajian bertemakan muhasabah diri pasca pandemi ini disampaikan oleh Ustadzah Nurul Lina dan dihadiri oleh 11 ibu-ibu mustahik dari UMKM Abepantai.

Selain bermuhasabah diri, masyarakat Desa Abepantai juga diajak untuk berikhtiar dan bertawakal menghadapi pendemi ini. Salah satu ikhtiar yang bisa dijalankan seperti mengikuti anjuran pemerintah dengan selalu mencuci tangan, menjaga kebersihan, mengikuti protokol kesehatan secara disiplin. Sementara tawakal dilakukan dengan tetap memperbanyak doa, dan tidak mengendurkan kegiatan ibadah.

Namun, kegiatan ini masih mengalami kendala dalam hal komunikasi, karena masih banyak masyarakat atau anggota kelompok lainnya belum mengetahui kalau kajian sudah dimulai lagi, sehingga akan diinfokan kembali via lisan maupun komunikasi antar tetangga. Kedepannya, kajian akan dilakukan lagi secara rutin dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan sebelum dan setelah kegiatan. Harapan dimulai kembalinya kajian ini adalah agar masyarakat Desa Abepantai tetap bersemangat dan tidak mengendurkan ibadah yang biasa dijalankannya.