Balai Ternak BAZNAS merupakan program pemberdayaan peternak mustahik yang dibentuk BAZNAS melalui Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik BAZNAS. Program pemberdayaan di Balai Ternak membutuhkan proses berkelanjutan dan beberapa tahapan hingga menuju proses kemandirian. Dimulai dari assesment (studi kelayakan wilayah), pembentukan kelompok, pembangunan kandang, pengadaan ternak, pelatihan dan pendampingan, pengembangan usaha, pembentukan kader lokal, pembentukan lembaga lokal hingga nantinya bisa mandiri.

Untuk mengetahui kinerja pelaksanaan program Balai Ternak, Divisi Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang bertugas melakukan monitoring dan mengevaluasi program dengan mengukur dampak sosial yang ditimbulkan oleh program ini. Seperti yang dilaksanakan di Balai Ternak BAZNAS Garut pada tanggal (11/2) hingga (13/2) oleh Budi Asmita dari Divisi Monev BAZNAS.

Pengukuran atau kaji dampak ini menggunakan pendekatan metode Sustainable Livelihood Impact Assessment (SLIA) yang melihat perubahan pada 5 aspek, yaitu: aspek SDM, Alam, Keuangan, Fisik dan Aspek Sosial dan mendapatkan pengakuan dari penerima manfaat atas perubahan paling besar (most significant change) yang dirasakan dari program ini.

Pelaksanaan monev dilakukan pada kelompok Sawargi dan Sauyunan yang baru dibentuk bulan September 2019. Sementara untuk kaji dampak dilakukan hanya di kelompok Barokah yang telah terbentuk lebih dari 1 tahun dengan cara mewawancarai satu per satu seluruh mustahik yang tergabung dalam kelompok Barokah.

Monev bertujuan untuk melihat bagaimana realisasi pelaksanaan program apakah sudah sesuai dengan perencanaan program dan mengetahui sudah sejauh mana perkembangan serta kendala yang dihadapi di lapangan. Harapannya, hasil rekomendasi monev dapat dijadikan masukan untuk perbaikan program ke depan.

#SemestaKebajikanZakat
#LembagaPemberdayaanPeternakMustahik
#DivisiPendayagunaan

www.baznas.com
Badan Amil Zakat Nasional RI