BAZNAS Dorong Peternak Kembangkan Budi Daya Jamur Tongkol Jagung

  • Diposting oleh : Humas BAZNAS RI
  • Tanggal : 18/10/2022
  • Bagikan :

BAZNAS Dorong Peternak Kembangkan Budi Daya Jamur Tongkol Jagung


Tongkol jagung sering kali dianggap limbah dan hanya digunakan sebagai kayu bakar. Namun ternyata, tongkol jagung dapat dimanfaatkan sebagai media tanam jamur untuk sumber pangan alternatif. 

Sofyan Sanjaya Peternak Kelompok Lumintu yang tinggal di Desa Rukti Endah, Kecamatan Seputih Ramah, Kabupaten Lampung Tengah, Lampung, berinovasi mengembangkan potensi ini. Ia mengatakan, pemanfaatan tongkol jagung sebagai media tanam jamur sangat mudah. Hanya saja dibutuhkan ketekunan dan kesabaran.

"Awalnya itu saya melihat banyak janggel (tongkol jagung) dari hasil panen jagung masyarakat, dan biasanya hanya dipakai kayu bakar atau kadang langsung dibakar. Kemudian saya bertanya dengan teman-teman peternak yang lain tentang pemanfaatan janggel," kata Sofyan, Senin (17/10/2022).

Dari hasil diskusi itu ia mendapat berbagai ide, salah satunya dimanfaatkan sebagai media tanam jamur. 

Proses budi daya jamur tersebut relatif sederhana. Pada tahap pertama, tongkol jagung ditebar pada kotak yang telah disiapkan. Selanjutnya ditaburi campuran pupuk urea dan ragi.

"Kemudian media tanam itu disiram dan ditaburi dengan bekatul. Nah untuk menjaga kelembaban ditutup dengan plastik," ujarnya.

Pada tiga hari pertama proses penyiraman air dilakukan setiap hari. Namun pada hari berikutnya penyiraman dilakukan dua hari atau tiga hari sekali. Hal itu dilakukan untuk menjaga tingkat kelembaban media tanam.

Rata-rata hasil panen mencapai 3-6kg/hari dengan jumlah total produksinya dapat mencapai hingga 30Kg/siklus budidaya.

Pemanenan dapat dilakukan selama 12 hari budidaya dengan harga Rp15.000/kg, maka pak Sofyan mendapatkan pendapatan dari hasil penjualan jamur tongkol jagung antara Rp45.000-Rp90.000 per harinya.

BAYAR ZAKAT