Perkuat Literasi Filantropi Islam, BAZNAS RI Terima Kunjungan Mahasiswa UIN Sunan Kudus. (Dok. BAZNAS RI)
Perkuat Literasi Filantropi Islam, BAZNAS RI Terima Kunjungan Mahasiswa UIN Sunan Kudus
24/08/2026 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menerima kunjungan akademik dari 50 peserta yang terdiri atas mahasiswa serta pendamping dari UIN Sunan Kudus untuk memperkuat literasi filantropi Islam dan tata kelola keuangan syariah di Kantor Pusat BAZNAS RI, Jakarta, Senin (24/8/2026).
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi H. Syarifuddin, S.Ag., M.E., menyambut baik kehadiran rombongan akademisi tersebut dalam rangka literasi tata kelola zakat nasional.
"Kunjungan akademik ini menjadi momentum penting untuk mengenalkan secara langsung sistem tata kelola zakat modern serta program Beasiswa Cendekia BAZNAS kepada generasi muda," jelas Syarifuddin dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, kunjungan ini sekaligus memantapkan langkah untuk memperkuat kolaborasi strategis antara BAZNAS RI dan UIN Sunan Kudus di bidang pendidikan serta riset filantropi Islam.
Melalui pembekalan ini, kata Imdadun, para mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen literasi zakat yang siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di daerah.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya peran filantropi Islam dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan penguatan ekonomi syariah," katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Vokasional, Dr. (c). Farid Septian, S.Sos., M.Hum., yang menjadi narasumber utama menjelaskan berbagai program BAZNAS hingga tren zakat di Indonesia yang saat ini mengalami lompatan besar hingga makin relevan menjawab berbagai tantangan zaman modern.
Menurutnya, pemanfaatan dana zakat kini tidak cuma dipakai untuk bantuan darurat, tetapi sudah merambah ke program pembangunan berkelanjutan (SDGs) hingga isu-isu kekinian seperti sanitasi dan bantuan hukum.
"Ini kita sudah ngomong zakat dalam konteks peradaban yang kurang lebih 100 tahun ini pertumbuhannya, perkembangannya luar biasa," tutur Farid.
Di sisi lain, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sunan Kudus Prof. Dr. H. Kisbiyanto, S.Ag., M.Pd., mengatakan pihaknya menerjunkan para mahasiswanya untuk melakukan kunjungan akademik ke BAZNAS RI guna memperkuat wawasan praktis seputar penguatan filantropi Islam di luar ruang perkuliahan.
Menurutnya, langkah studi lapangan ini diambil karena masa depan umat Islam di Indonesia dinilai tidak akan bisa terlepas dari tata kelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang kuat.
"Tujuan mahasiswa itu sowan untuk berkunjung ke BAZNAS supaya adik-adik tidak hanya belajar di perpustakaan dan di ruang-ruang kelas, tetapi mereka nanti akan mendapatkan penjelasan langsung," kata Kisbiyanto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bagian Arsip dan PPID Taris, S.E.I., M.M., Kepala Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan Abdul Aziz, M.S.I., beserta 7 orang staf pendamping dan 40 mahasiswa aktivis yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) serta Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Sunan Kudus.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us