Dokumentasi BAZNAS RI
BAZNAS RI Tutup Bootcamp Santripreneur Klaster Kuliner 2025, Dorong Santri Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
24/12/2025 | Humas BAZNAS RIBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) resmi menutup rangkaian Bootcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner 2025 yang diselenggarakan di Yayasan Bina Cendikia, Rabu (24/12/2025). Penutupan kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen BAZNAS dalam mendorong kemandirian ekonomi santri melalui pengembangan kewirausahaan berbasis pesantren.
Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menegaskan, program BAZNAS Santripreneur merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi mustahik yang berkelanjutan. “BAZNAS Santripreneur tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi pada pembentukan mental, kapasitas, dan keberlanjutan usaha santri agar mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Imdadun.
Menurutnya, sektor kuliner memiliki potensi besar untuk dikembangkan oleh santri karena dekat dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki peluang pasar yang luas. “Santri memiliki nilai kejujuran, kedisiplinan, dan ketekunan yang menjadi modal penting untuk menjadi pelaku usaha yang berdaya saing,” tambahnya.
BAZNAS Santripreneur Kompetisi Klaster Kuliner merupakan rangkaian kompetisi wirausaha bagi santri dan alumni pondok pesantren secara nasional. Program ini dilaksanakan melalui tahapan seleksi, pelatihan intensif (bootcamp), hingga pendampingan usaha guna meningkatkan kapasitas bisnis para peserta.
Hingga tahun 2025, BAZNAS telah memberikan manfaat kepada 1.505 santripreneur yang berasal dari 28 provinsi dan 225 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan dana zakat dalam mendorong kemandirian ekonomi umat.
Dari sisi dampak ekonomi, rata-rata usaha santripreneur mengalami pertumbuhan sekitar kurang lebih 30 persen setelah mendapatkan pendampingan. Rata-rata pendapatan peserta meningkat dari Rp2.365.890 menjadi Rp3.458.500, menunjukkan efektivitas program dalam meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat.
Antusiasme santri terhadap klaster kuliner tahun ini juga terbilang tinggi. Tercatat sebanyak 335 pendaftar mengikuti seleksi awal, yang kemudian disaring menjadi 100 peserta terbaik dari 18 provinsi di seluruh Indonesia. Proses seleksi berlanjut hingga terpilih 50 peserta terbaik yang berasal dari 42 kabupaten/kota dan 13 provinsi, terdiri dari 28 peserta laki-laki dan 22 peserta perempuan. Para peserta ini telah mengikuti bootcamp intensif untuk memperkuat aspek manajemen usaha, inovasi produk, dan strategi pemasaran.
Imdadun menegaskan komitmen BAZNAS untuk terus mengembangkan ekosistem pemberdayaan santri. “Kami berharap program ini menjadi inspirasi bahwa santri mampu menjadi penggerak ekonomi nasional dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi umat,” pungkasnya.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us