Apresiasi Pengelolaan Zakat Nasional, Menag RI: Zakat Beri Manfaat hingga 140 Juta Mustahik. (Dok. BAZNAS RI)
Apresiasi Pengelolaan Zakat Nasional, Menag RI: Zakat Beri Manfaat hingga 140 Juta Mustahik
03/08/2026 | Humas BAZNAS RIMenteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. mengapresiasi pengelolaan zakat oleh seluruh lembaga filantropi di Indonesia yang terus menguat dan menunjukkan perkembangan positif. Menurutnya, penguatan zakat nasional turut memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan bangsa.
Hal tersebut disampaikannya dalam gelaran Zikir dan Doa Kebangsaan bertajuk “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), yang dihadiri ratusan ribu peserta dari berbagai wilayah.
“Pengelolaan filantropi, kinerja pengelolaan zakat dan wakaf nasional tahun 2025 terus menguat. Penghimpunan zakat tumbuh menjadi Rp44,6 triliun yang memberikan manfaat kepada 140 juta mustahik,” ujar Nasaruddin.
Nasaruddin mengatakan, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional.
Ia menilai, kontribusi tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyukseskan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
“Bagi kami, seluruh capaian itu bukanlah garis akhir, melainkan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyampaikan, stabilitas sosial dan kerukunan lintas agama merupakan modal utama dalam pembangunan nasional. Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang.
“Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama,” ujarnya.
Nasaruddin menyampaikan, melalui pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi bagian dari ikhtiar batin untuk menguatkan berbagai langkah nyata dalam membangun bangsa.
Menurutnya, zikir menjadi sarana untuk menumbuhkan hati, doa untuk mengetuk langit, sedangkan kerja dan pengabdian menjadi ikhtiar untuk membangun bumi.
"Sekitar 100.000 peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah, dari berbagai agama bersama-sama berdoa untuk negeri," kata Nasaruddin.
"Malam ini adalah bukti bahwa kerukunan merupakan realitas sosial yang hidup di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi, makanya tidak boleh ada yang mengacak-acak," ujarnya.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us