Meniti Asa Sejahterakan Mustahik Indramayu Lewat Program Zmart BAZNAS

  • Diposting oleh : Markom BAZNAS
  • Tanggal : 02/06/2021
  • Asrori menjadi salah satu pendamping Zmart BAZNAS wilayah Indramayu (Foto: BAZNAS)


    Zmart merupakan salah satu program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga program Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM). Zmart BAZNAS fokus membina para pelaku usaha mikro warung kelontong di sejumlah daerah yang tersebar di Indonesia.

     

    Asrori menjadi salah satu pendamping Zmart BAZNAS wilayah Indramayu. Ia menjadi tulang punggung berjalannya program Zmart di sana. Menjadi pendamping BAZNAS bukanlah hal yang mudah, Asrori dituntut berhasil untuk mencapai target yakni melakukan assesment di wilayah Indramayu untuk mendapatkan 50 mitra mustahik Zmart BAZNAS.

     

    Pada proses inilah tantangan untuk Asrori dimulai. Ia mengalami berbagai macam pengalaman, salah satunya disangka bank keliling yang mencari mangsa. “Terkadang saya dikira bank keliling yang mau mencari mangsa debitur,” ujar Asrori menceritakan perjalanannya dalam merekrut penerima manfaat Zmart BAZNAS.

     

    Mencoba untuk memberikan informasi mengenai program Zmart BAZNAS kepada masyarakat Indramayu bukanlah hal yang mudah. Asrori bahkan harus melibatkan tokoh masyarakat sekitar. Kendati demikian, perlahan upaya asrori mulai berhasil dan proses seleksi akhirnya berjalan.

     

    Sampai saat ini, ada sekitar 49 mustahik Zmart BAZNAS yang dibina oleh Asrori. Mereka terbagi dalam enam kelompok. Di antaranya Kelompok Gedong Gincu di Kecamatan Balongan, Kelompok Harumanis di Kecamatan Indramayu, Kecamatan Sindang, dan Kecamatan Cantigi. 

     

    Kemudian, ada kelompok Mutiara di Kecamatan Pasekan dan Kecamatan Indramayu, Kelompok Matahari di Kecamatan Widasari dan Kecamatan jatibarang, Kelompok Melati di Kecamatan Sukra, Kecamatan Losarang, Kecamatan Kadanghaur, dan Kecamatan Patro, serta kelompok terakhir bernama Mawar di Kecamatan Cikedung dan Kecamatan Trisi untuk program Zmart BAZNAS.

     

    Memasuki bulan Ramadhan beberapa waktu lalu, Asrori juga menemukan tantangan lainnya yakni pendistribusian barang dan kelengkapan Zmart BAZNAS. Bahkan, proses distribusi dilakukan sampai larut malam.

     

    Kendati demikian, lika-liku Asrori dalam membina para mustahik BAZNAS tetap dilakukan dengan kesungguhan hati. Bagi Asrori, melihat senyum yang tersimpul di wajah para mustahik menjadi obat lelahnya dalam menjalankan tugas. 

     

    Kerja keras Asrori dalam membina membuahkan hasil. Para mustahik BAZNAS kini juga telah tumbuh usahanya. Bahkan ada satu mustahik BAZNAS yang mencapai omzet hingga Rp1.000.000 per harinya, jumlah yang sangat besar untuk warung kelontong.

     

    “Teruslah berusaha membahagiakan orang lain. Karena, pada nantinya kebahagian akan datang kepada diri kita,” ucap Asrori.

BAYAR ZAKAT