Mengenal Integrated Farming yang Dikembangkan Balai Ternak BAZNAS Pidie Jaya

  • Diposting oleh : Markom BAZNAS
  • Tanggal : 19/08/2021
  • Peternak mustahik binaan BAZNAS memanfaatkan integrated farming untuk tingkatkan penghasilan (Foto: BAZNAS)


    Balai Ternak BAZNAS Pidie Jaya merupakan titik pemberdayaan peternak mustahik yang didampingi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga program Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) sejak 26 September 2019, di Desa Lhok Puuk, Kecamatan Panteraja, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Di sana terdapat dua kelompok peternak yang diberdayakan dengan menjalankan program pembiakan dan penggemukan domba dan kambing. Hingga kini, jumlah ternak yang terdapat di Balai Ternak Pidie Jaya terus bertambah dan telah mencapai 378 ekor. 

     

    Selain sukses dalam mengembangkan usaha ternak, Balai Ternak BAZNAS Pidie Jaya juga memiliki unit usaha unggulan lainnya yang terintegrasi melalui pertanian terpadu (integrated farming).

     

    Integrated Farming merupakan aktivitas peternakan yang diterapkan di Balai Ternak BAZNAS dengan memadukan usaha peternakan dengan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan mustahik selain dari penjualan ternak hidup, tapi juga penerapan peternakan yang zero waste (tanpa limbah). Integrated farming ini tak akan mengganggu aktivitas utama para peternak seperti pendayagunaan aset produktif berupa ternak dan sarana produksi peternakan; inisiasi dan pengembangan usaha kelembagaan peternak; dan pembangunan sentra produksi peternakan. Dengan adanya integrated farming, justru para peternak binaan BAZNAS dapat menghasilkan keuntungan tambahan guna meningkatkan perekonomian mustahik. 

     

    Lalu apa saja integrated farming yang dikembangkan di Balai Ternak BAZNAS Pidie Jaya?

     

    1. Budi daya jagung 

     

    Budi daya jagung sebagai salah satu aktivitas integrated farming di Balai Ternak Pidie Jaya. Prosesnya mulai dari penggunaan kotoran domba yang sudah kering sebagai pupuk organik tanaman jagung. Setelah masa pemeliharaan selama 90 hari, jagung dipanen buahnya dan dijual ke pedagang. Tebon (batang dan daun) jagung sisa panen, dibuat menjadi silase untuk stok pakan ternak. Selain produk pertanian dan peternakan yang terintegrasi dalam satu siklus, integrasi ini juga menghemat waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk pakan ternak. Integrated farming jagung yang sudah dijalankan Balai Ternak BAZNAS Pidie Jaya telah mendapatkan hasil panen pertama sebanyak 900 kg dengan harga Rp3.000/kg atau total dana yang diterima sebesar Rp2.700.000. Dengan modal awal sebesar Rp1.000.000 maka terdapat keuntungan sebesar Rp1.700.000.

     

    2. Kompos

     

    Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Pidie Jaya saat ini sudah memiliki rumah kompos yang akan digunakan sebagai tempat produksi, mulai dari pencampuran, pengemasan dan penyimpanan. Pada bulan April 2021, Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Pidie Jaya sudah melakukan aktivitas produksi pupuk kompos. Diawali dengan proses pengumpulan kotoran hewan (kohe), kemudian kohe tersebut dikeringkan, setelah itu baru dicampurkan dengan arang sekam, kapur dolomit, molases dan EM4. Jumlah produksi yang dilakukan sebanyak 1.000 Kg, setelah 4-5 minggu diharapkan kompos sudah jadi (matang) dengan ciri bau sedap seperti bau tape dan warnanya keputihan (ada lapisan jamur).

     

    3. Budi daya semangka

     

    Semangka ini merupakan hasil pengembangan integrated farming yang memadukan perkebunan semangka dengan peternakan yang dikembangkan peternak mustahik. Proses pemeliharaan semangka menggunakan pupuk kompos, hasil samping dari kandang peternak mustahik. Hasil panen perdana budi daya semangka lalu dijual dengan harga jual Rp3.000/kg dengan untung penjualan Rp9 juta, dengan modal awal Rp4 juta. Hasil panen ini mampu memberikan penambahan pendapatan melalui bagi hasil kepada mustahik sebagai pengelola, anggota kelompok, kas kelompok, dan infak. Diharapkan konsep integrated farming ini akan mempercepat pendapatan peternak mustahik, menjadi salah satu pilihan diversifikasi usaha dan produk, sehingga bisa memperoleh pendapatan dari usaha kelompok di luar budidaya ternak.

     

    4. Budi daya udang

     

    Sekilas tidak terlihat keterkaitan dari budi daya udang dengan aktivitas peternakan. Akan tetapi, melihat potensi alam, Balai Ternak Pidie Jaya mampu mengintegrasikan dua sektor pertanian ini. Prosesnya integrasi dapat terlihat saat lahan untuk tambak udang dipersiapkan, kolam tambak udang dikeringkan terlebih dahulu dan diberikan kompos dari kotoran hewan ternak. Hal ini ditujukan untuk memunculkan plankton sebagai calon makanan dari udang yang akan dibudidayakan di kolam tersebut. Pada panen kedua di bulan Juni 2021, sebanyak 500 kg udang vaname dipanen dengan harga jual Rp56.000/kg dengan hasil penjualan mencapai Rp28.000.000. Masa pemeliharaan udang ini hanya 70 hari. Dengan modal sebesar Rp15.000.000, keuntungan yang didapatkan mencapai Rp 13.000.000.

     

    5. Budi daya cabai

     

    Tanaman integrasi yang dilaksanakan oleh Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Pidie Jaya selain jagung dan semangka adalah cabai. Jenis cabai yang dibudidaya adalah cabe keriting untuk dijual di pasar lokal. Saat ini aktivitas yang dijalankan adalah persiapan lahan, adapun jumlah cabai yang ditanam sebanyak 2.500 batang.

     

    Pendamping program Balai Ternak BAZNAS Pidie Jaya, Nasir, menyampaikan bahwa budi daya cabai ini dilakukan dalam rangka memanfaatkan lahan yang tidak terpakai di sekitar kawasan kandang untuk dijadikan lahan budi daya cabai dan meningkatkan nilai ekonomis dari kompos yang dihasilkan di kandang.

     

    "Budi daya cabai ini nantinya akan dipupuk mengunakan kompos atau pupuk organik dari kandang kelompok sehingga akan mengurangi biaya pembelian pupuk," ujar Nasir.

     

    Budi daya cabai yang dilakukan oleh Balai Ternak BAZNAS Pidie Jaya diawali dengan pembuatan bedengan, pemberian pupuk kompos hasil olahan peternak, dan penanaman.

     

    "Sebanyak ribuan batang cabai yang telah ditananam diharapkan dapat berkembang dengan baik dan memberikan hasil pada peningkatan pendapatan mustahik," ujar Nasir.

     

    Balai Ternak Pidie Jaya merupakan salah satu Balai Ternak binaan BAZNAS dari total 16 Balai Ternak yang tersebar di seluruh Indonesia. Hingga kini seluruh Balai Ternak BAZNAS telah memberdayakan 602 peternak melalui beragam programnya untuk menyejahterakan mustahik.

BAYAR ZAKAT