Melalui Kita Jaga Usaha, BAZNAS Bangkitkan Pelaku UMKM di Masa Pandemi

  • Diposting oleh : Markom BAZNAS
  • Tanggal : 06/09/2021
  • Siti Sadiah sedang memasak gorengan untuk dagangannya (Foto: BAZNAS)


    Sepekan sudah peluncuran program Kita Jaga Usaha yang diinisiasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), pada Jumat (27/8), guna mendukung pelaku usaha UMKM terdampak pandemi Covid-19 dan sebagai bentuk kepedulian BAZNAS dalam menjaga geliat perekonomian masyarakat rentan. 

     

    Kini berbekal bantuan dari masyarakat yang disalurkan melalui BAZNAS, pelaku UMKM mendapat kesempatan untuk bangkit di masa pandemi. 

     

    Program Kita Jaga Usaha merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19. Melalui Program Kita Jaga Usaha, BAZNAS mengajak masyarakat untuk turut membantu para pelaku usaha kecil bangkit menata kembali perekonomian mereka, salah satunya dengan memberikan bantuan modal usaha hingga pendampingan agar usaha yang dijalani dapat terus berkembang.

     

    Siti Sadiah, salah satu mitra mustahik penerima manfaat yang berjualan nasi uduk menjelaskan setelah menerima manfaat program Kita Jaga Usaha, dia dapat mengembangkan usahanya. Ia menyebut, modal usaha yang diterima digunakan untuk membeli penanak nasi, termos nasi, dan beras. Selain itu Sadiah juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan renovasi warung tempat berjualan.

     

    “Awalnya saya jualan dengan etalase kecil di pinggir jalan. Alhamdulillah sekarang etalase lebih besar, sedikit demi sedikit juga sudah mulai menerima pesanan,” ucap Sadiah.

     

    Sadiah menceritakan, pandemi benar-benar membuat usahanya terpuruk. Pembatasan kegiatan, penerapan WFH di banyak kantor, dan sekolah online yang diterapkan sangat memberi dampak kepada pendapatan hariannya. Terlebih Sadiah bergantung hidup keluarganya pada usaha nasi uduk ini.

     

    "Pandemi membuat penghasilan penjualan saya sangat menurun drastis. Biasanya sehari bisa dapat Rp300 ribu-Rp350 ribu, sekarang dapat Rp100 ribu saja sudah bersyukur banget," ujarnya. 

     

    Maka, dia sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari mustahik binaan BAZNAS. Lima bulan bersama BAZNAS dibawah binaan lembaga program BAZNAS Microfinance, sudah banyak ragam manfaat yang diraihnya, terkini dia diikutsertakan dalam program Kita Jaga Usaha BAZNAS. 

     

    "Lima bulan lalu saya beruntung ketemu dengan BAZNAS, dan akhirnya saya sangat bersyukur, perekonomian saya terangkat bersama BAZNAS," katanya.

     

    Kini dengan modal dari BAZNAS, timbul asa untuk Sadiah untuk bangkit kembali. Apalagi, pemerintah telah melonggarkan kebijakan pembatasan seiring menurunnya level PPKM, dengan membuka lagi sekolah tatap muka, banyaknya karyawan kantoran yang sudah kembali masuk kerja, dan tingkat kasus aktif Covid-19 yang terus menurun. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi pelaku usaha UMKM untuk bangkit kembali setelah sekian lama terpuruk. Dengan penambahan modal dari BAZNAS, Sadiah optimistis penghasilan hariannya bisa kembali normal seperti sedia kala.

     

    "Saya sangat berterima kasih kepada donatur BAZNAS yang telah membantu perekonomian mustahik seperti saya, karena saya sangat terbantu dengan hadirnya BAZNAS. Saya doakan semoga para muzaki dimudahkan rezekinya dan sehat selalu," ujarnya sembari terisak penuh haru.

     

    Hal senada diungkapkan Widayatti, mustahik binaan BAZNAS yang kesehariannya berjualan kue lopis, yang turut menjadi penerima manfaat Kita Jaga Usaha. Widayatti menuturkan, dana bantuan dari program Kita Jaga Usaha dipakai untuk tambahan modal membeli bahan baku kue lopis, seperti ketan dan gula, selain itu juga mempercantik gerobak jualannya agar menarik minat pengunjung. 

     

    "Bantuan program Kita Jaga Usaha sangat dirasakan manfaatnya buat kami-kami ini pedagang kecil. Bantuan ini sangat berguna untuk membantu kebangkitan usaha saya yang sebelumnya berdarah-darah bertahan saat pandemi," ujarnya.

     

    Seperti pelaku usaha kecil lainnya, pandemi membuat usaha Widayatti terpukul. Penghasilannya merosot drastis, dia kebingungan bagaimana menghidupi ketiga anaknya yang masih sekolah. 

     

    "Suami saya berjualan es cincau, sama saja serba sulit. Jarang ada yang beli. Omzet menurun drastis, antara Rp100 ribu-Rp200 ribu, itu belum untuk makan dan dipakai modal usaha lagi," ujarnya. 

     

    Dia lalu mengungkapkan rasa syukurnya bisa dipercaya BAZNAS untuk diberikan modal usaha melalui program Kita Jaga Usaha. Mustahik binaan BAZNAS Microfinance itu berharap usahanya bisa lebih maju dan lancar, sehingga mampu mengubah perekonomian keluarganya.

     

    "Terima kasih banyak atas dorongan dari BAZNAS dan donatur (muzaki) BAZNAS yang telah banyak membantu saya untuk berkembang. Dengan bantuan yang diberikan akan sangat berarti untuk kemajuan masyarakat kecil seperti kami," kata Widayatti. 

     

    Program Kita Jaga Usaha memiliki dua skema bantuan, yakni UMKM Bangkit yang merupakan program pemberian bantuan langsung kepada 10.000 pelaku UMKM di wilayah PPKM level 3 dan level 4 dengan jumlah bantuan sebesar Rp1.000.000, yang diberikan melalui kartu ATM bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI). Siti Sadiah dan Widayatti termasuk kelompok UMKM Bangkit. 

     

    Kemudian ada juga program Dapur Kuliner Nusantara, yaitu program pemberdayaan warteg, warung nasi, warung padang, dan usaha kuliner skala kecil lainnya untuk menyediakan 72.000 paket makanan yang akan didistribusikan kepada pelaku isoman, panti asuhan, panti jompo, lembaga pemasyarakatan, pesantren, rumah singgah, nakes dan warga terdampak PPKM. 

     

    Program Kita Jaga Usaha merupakan bentuk kepedulian BAZNAS dalam menjaga geliat perekonomian masyarakat rentan. Bersama BAZNAS, para pelaku usaha didorong agar mampu bertahan dan bangkit dari krisis akibat pandemi Covid-19.

BAYAR ZAKAT