Didampingi BAZNAS, Almahdi Keluar dari Jerat Kemiskinan dengan Menjadi Peternak Sapi

  • Diposting oleh : Markom BAZNAS
  • Tanggal : 25/05/2021
  • Kegiatan program Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS di Kepulauan Meranti, Riau (Foto: BAZNAS)


    Kehidupan berjalan bak roda kendaraan, terkadang berada di bawah namun ada kalanya berada di atas. Itulah yang dirasakan oleh Almahdi, seorang mustahik peternak sapi asal Desa Beting, Kecamatan Rangsar Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau. 

     

    Pria kelahiran tahun 1986 ini memiliki niat sungguh-sungguh ingin mengubah nasib keluarganya dengan bergabung dalam program Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS.

     

    Dalam kesehariannya, pria ini hanya bekerja sebagai buruh dengan penghasilan sekitar Rp1.500.000 per bulan. Almahdi adalah sosok yang tidak mengenal lelah demi mencukupi kebutuhan dua anggota keluarganya.

     

    Semua bermula pada September 2018 silam, ketika ZCD BAZNAS mendorong sejumlah program pemberdayaan salah satunya pengembangan sentra peternakan terpadu yang memadukan konsep pembibitan dan penggemukan ternak.

     

    Pemberdayaan kelompok dilakukan dengan pendampingan dan memberikan aset produktif berupa hewan ternak sapi untuk dikembangkan secara berkelanjutan, salah satunya kepada Almahdi yang menjadi mustahik program BAZNAS.

     

    Untuk merawat sapi ternaknya, mustahik BAZNAS ini memeberikan pakan yang baik dan berkualitas secara rutin. Bahkan, Almahdi juga memperhatikan kondisi kandang ternak dalam keadaan bersih dan pembuangan kotoran tetap diperhatikan dengan baik.

     

    Dengan semangatnya, Almahdi senantiasa mengikuti setiap langkah pendampingan dari Sahabat ZCD BAZNAS selalu pendamping program, terutama dalam menjaga kesehatan ternaknya dari berbagai penyakit. 

     

    Almahdi bahkan rutin mengikuti pelayanan kesehatan ternak sapi hasil kerja sama dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) kecamatan serta Dokter Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Kepulauan Meranti. Hal itu dilakukan tentu untuk menjaga kondisi ternak dengan memberikan suntikan vitamin serta inserninasi buatan.

     

    Tidak terasa dua tahun lamanya Almahdi mengikuti program BAZNAS. Selama mengikuti program peternakan terpadu ZCD BAZNAS, hasil kerja keras dan kegigihan Almahdi membuahkan hasil. Pada 2020 menjadi tahun sukacita untuknya.

     

    Di tahun itu, induk sapinya melahirkan dua ekor anak sapi. Kelahiran pertama pada Januari 2020 dan yang kedua pada Juli 2020, dengan anak sapi berjenis kelamin jantan berbobot sekitar 17 kg. 

     

    “Saya sangat bersyukur dan bahagia atas kelahiran anak sapi untuk kedua kalinya. Saya jadi lebih bersemangat untuk merawat sapi yang saya miliki agar selalu dalam kondisi baik dan sehat dan tentunya membawa keberkahan,” ucap Almahdi penuh semangat.

     

    Kelahiran anak sapi ini menambah semangat Almahdi dalam berternak dan cita-citanya untuk terlepas dari jerat kemiskinan. Dengan pendampingan dari ZCD BAZNAS, diharapkan program pemberdayaan di Desa Beting membawa dampak yang berkesinambungan untuk mustahik peternak dalam kemandirian ekonomi dan sosialnya.

     

    “Hingga saat ini, saya tidak menyangka telah memiliki empat ekor sapi. Ini menjadi secercah harapan keluarga saya,” ungkapnya.

     

    Ia juga berharap, semua mustahik yang tergabung dalam kelompok mampu menjaga dan memelihara bantuan ternak yang telah diberikan BAZNAS. Sehingga, dapat meningkatkan kehidupan ekonominya.

     

    Selain sentra peternakan, program pemberdayaan yang dikembangkan ZCD BAZNAS di Desa Beting adalah pengolahan komoditi kelapa, nelayan mandiri, dan bantuan Penampungan Air Hujan (PAH). Program pemberdayaan yang dilakukan ZCD BAZNAS ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta peluang meningkatkan pendapatan, kemandirian, ketangguhan dan kesejahteraan mustahik di Desa Beting.

BAYAR ZAKAT