Dari ASN ke Peternak, Alimudin Bersama BAZNAS Beri Manfaat kepada Masyarakat Desa

  • Diposting oleh : Markom BAZNAS
  • Tanggal : 13/08/2021
  • Alimudin memiliki cita-cita mulia untuk menyejahterakan kampungnya (Foto: BAZNAS)


    Jika sebagian orang berlomba ingin menjadi seorang aparatur sipil negara (ASN), namun hal itu tidak berlaku bagi Alimudin. Pria asal Maros ini memilih mengundurkan diri dari profesinya sebagai ASN di Batam, Kepulauan Riau, dan pulang ke kampung halamannya karena tujuan yang mulia, yakni menjaga sang ayah yang sedang sakit keras pada 2013 lalu.

     

    Namun seperti suratan takdir, kepulangannya ke kampung halaman justru memberi manfaat lebih kepada masyarakat luas, setelah dia bergabung bersama Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM), sebuah lembaga program dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

     

    Seakan membuka jalan untuk menebar manfaat lebih di kampungnya, di Dusun Salomatti, Desa Toddolimae, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Alimudin didaulat menjadi ketua kelompok ternak dan menjadi nakhoda bagi perkembangan peternak di sana. Memang pada awalnya tak mudah, terlebih dia juga membawa istri dan ketiga anaknya ke kampung halaman, dari seorang ASN menjadi peternak. Tapi justru di situlah dia terlecut untuk berkembang dan mengabdi bagi kemajuan desanya. 

     

    “Awalnya, kampung ini menjadi tempat perjudian dan minum arak. Tapi, alhamdulillah secara perlahan seiring program pemberdayaan yang dilakukan LPPM BAZNAS, perilaku buruk warga kampung menghilang,” cerita Alimudin haru.

     

    Ya, masyarakat di kampungnya terjerembap ke dalam dunia perjudian dan minum arak. Kemiskinan telah membuat warga Dusun Salomatti mencari cara instan untuk bisa kaya yaitu dengan berjudi.

     

    Melihat realita yang ada, hati Alimudin terusik untuk berbuat sesuatu guna memperbaiki keadaan. Mulanya Alimudin mendirikan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Julu Baji sebagai wadah berdiskusi dan merancang program aksi. Alimudin berusaha memberikan penyadaran kepada para warga lewat program-program pemberdayaan.

     

    Melalui LSM yang ia dirikan pula, Alimudin membuat konsep perkebunan dan peternakan terintegrasi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan. Warga di kampungnya diajak terlibat dalam program ini. Warga menjadi memiliki aktivitas produktif dan bermanfaat. Perlahan-lahan pola pikir warga mulai terbuka. 

     

    Tak hanya itu, Alimuddin juga membentuk koperasi sebagai unit usaha LSM Julu Baji yang dikelola secara swadaya oleh warga. Koperasi ini mampu memberikan dampak ekonomi kepada anggota, baik yang menjalankan usaha maupun anggota yang memberikan modal ke koperasi.

     

    Niat mulia Alimudin makin terbantu dengan kehadiran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui lembaga program LPPM BAZNAS pada Maret 2020 di Dusun Salomatti, yang menginisiasi program Balai Ternak Maros pada 5 Maret 2020. Alimudin melihat ini sebagai peluang sinergi. Ia bersama rekan-rekannya mendaftar untuk bergabung dengan Balai Ternak BAZNAS Maros. Alimuddin ditunjuk sebagai ketua kelompok ternak Julu Baji.

     

    Balai Ternak BAZNAS Maros merupakan program budidaya dan pembiakan ternak sapi. Selain itu, ke depannya juga akan mengembangkan usaha hasil peternakan, seperti kompos dan biogas. Pendampingan juga terus diberikan oleh LPPM BAZNAS, mulai pemberian modal ternak, pelatihan terkait ilmu peternakan, monitoring, dan evaluasi.

     

    Sebagai ketua kelompok peternak mustahik Julu Baji, Alimudin bertekad mewujudkan mimpi perjuangannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Dusun Salomatti melalui peternakan. Alimudin intensif berdiskusi dan berkoordinasi dengan pendamping program. 

     

    Perkembangan pun sudah dirasakan Alimudin bersama timnya yang terdiri dari sepuluh peternak mustahik, mulai dari perkembangan populasi ternak, peningkatan omzet ternak, dan partisipasinya pada Kurban Online BAZNAS yang memberi manfaat lebih kepada masyarakat. Dia juga telah berhasil mengubah kehidupan masyarakat di dusunnya. 

     

    Alimudin memiliki tekad menjadikan Balai Ternak BAZNAS Maros menjadi salah satu sentra peternakan sapi di Maros, Sulawesi Selatan.

     

    “Semoga kami bisa mewujudkan cita-cita menjadi sentra peternakan sapi di Maros, Sulawesi Selatan,” ungkap Alimudin mengakhiri ceritanya.

BAYAR ZAKAT