BAZNAS Kembalikan Senyum Kumaidi dan Masyarakat Bedono

  • Diposting oleh : Markom BAZNAS
  • Tanggal : 03/05/2021
  • Kumaidi masyarakat Desa Bedono dapat kembali tersenyum berkat kehadiran BAZNAS (Foto: BAZNAS)


    Matahari bersinar sangat terik siang hari ketika Kumaidi menebar benih di tambak miliknya di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Keringat yang mengalir dari keningnya tak ia hiraukan. Sinar matahari ini justru mengingatkan kembali masa-masa sulitnya pada beberapa tahun silam, sebelum ia ikut dalam program BAZNAS.

     

    “Mengingat masa sulit sebelumnya membuat kami bersyukur dengan apa yang kami peroleh saat ini. Program pemberdayaan ZCD BAZNAS telah menjadi jalan perubahan bagi hidup masyarakat Bedono,” ujar Kumaidi.

     

    Kala itu, Kumaidi berada di atas perahu kecil miliknya. Sinar matahari terasa begitu menyakitkan untuknya yang tengah berjuang sebagai buruh serabutan. Hasil tambak yang tidak menentu membuat Kumaidi kesulitan menafkahi keluarganya di rumah. Namun, ia terus berjuang berpeluh raga untuk menafkahi istri dan dua putrinya yang masih duduk di bangku sekolah.

     

    Kumaidi terus menguras tenaga untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari. Seringkali ia bersedih lantaran tidak mampu memberikan uang saku untuk anak-anaknya. Hal itu tidak hanya dirasakan oleh Kumaidi. Kesulitan ekonomi menjadi hantu yang menakutkan untuk para petani tambak di Desa Bedono.

     

    Tapi mimpi buruk Kumaidi dan masyarakat perhalan sirna ketika BAZNAS datang ke Desa Bedono. Kumaidi dan masyarakat lainnya bergabung dalam program perberdayaan mustahik yang digalangkan oleh Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS. Kumaidi lantas bergabung dalam kelompok budidaya kerang dan rumput laut dan diamanahkan menjadi ketua dalam kelompok tersebut.

     

    Porgram BAZNAS memberikan Kumaidi dan para petani lainnya bekal pelatihan dan pendampingan pelolahan kerang dara dan hijau. Tak hanya itu, BAZNAS juga memberikan modal dan bibit untuk dikelola bersama. Proses yang panjang dan tidak mudah ini dijadikan Kumaidi cara untuk memperbaiki kesulitan ekonomi di Desa Bedono.

     

    Hari-hari berlalu, program dan pendampingan bersama ZCD BAZNAS telah membuat Kumaidi berpikir visioner. Ia dan masyarakat Desa Bedono memanfaatkan lahan kosong milik desa untuk dijadikan tempat budi daya kerang. Hal ini tentu menjadi salah satu sumber peningkatan ekonomi Desa Bedono.

     

    Selama menjadi ketua kelompok, Kumaidi merasakan betul perkembangan yang diberikan oleh program BAZNAS. Di antaranya, keberhasilan kelompok dalam menjalankan program, berhasil membangun hubungan kekerabatan yang kuat di antara para petani.

     

    Keberhasilan yang diberikan program BAZNAS telah mengembalikan senyum Kumaidi dan para petani. Ekonomi yang membaik telah menggerakkan para petani untuk berbagi melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) untuk fakir miskin, anak yatim, dan sepuh di Desa Bedono. Kumaidi sadar bahwa hal tersebut semakin meningkatkan kepekaan masyarakat dalam berempati kepada yang lebih membutuhkan. Tidak jarang pula, apabila salah satu anggota kelompok sedang terkena musibah sakit, maka mereka secara sukarela akan membesuk bersama dengan anggaran yang berasal dari iuran atau menggunakan kas kelompok.

     

    Suksesnya program BAZNAS yang diikuti membuat Kumaidi mengucap syukur. Tak terbayang, beberapa tahun yang lalu kenangan pahitnya masyarakat Desa Bedono kian terkikis. Program BAZNAS yang digarap dengan tekun dan semangat, telah berjalan baik dan menghasilkan. Kini dua putri Kumaidi bisa mengantongi uang saku saat pergi ke sekolah.

     

    Selain menjadi ketua kelompok nelayan, Kumaidi kini merintis percetakan kecil-kecilan di rumahnya. Ia juga diamanahkan menjadi Kepala Dusun. Kumaidi tak henti berucap syukur, karena melalui pelatihan dan pendampingan program BAZNAS, ia dan masyarakat Desa Bedono dapat kembali tersenyum.

BAYAR ZAKAT