BAZNAS Bantu Jajang Buka Pintu Rezeki dengan Ternak Domba

  • Diposting oleh : Markom BAZNAS
  • Tanggal : 04/05/2021
  • Jajang merasa sangat terbantu dengan kehadiran BAZNAS (Foto: BAZNAS)


    Bekerja sebagai kuli bangunan membuat penghasilan Jajang tak menentu. Apalagi ia harus menafkahi istri dan empat orang anaknya. Tapi itu dulu, sekarang Jajang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah bergabung dengan program Balai Ternak BAZNAS  di Kampung Lembur Situ, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

     

    “Awalnya saya kerja kuli bangunan. Tapi, kini alhamdulillah sudah menjadi peternak domba binaan Balai Ternak BAZNAS Bogor,” ungkap Jajang diiringi senyum.

     

    Jajang bercerita, dulu sewaktu bekerja serabutan sebagai kuli bangunan ia bisa membawa uang pulang sekitar Rp50-Rp100 ribu. Tapi jika sedang kosong, Jajang pulang dengan tangan hampa. Tentu saja ini menjadi beban tersendiri baginya, dadanya terasa sesak membayangkan wajah sang istri dan anak-anaknya. 

     

    Namun, Jajang tak punya pilihan lain. Minimnya pendidikan dan keterampilan, membuat pilihan bekerjanya terbatas. Kuli bangunan dan pekerjaan kasar menjadi pilihan terakhirnya. Meski keringat dan peluh membanjir setiap harinya, ia tetap semangat mencari nafkah untuk keluarganya.

     

    Asa Jajang untuk memperbaiki kehidupannya membuncah ketika Lembaga Pemberdayaan Peternak Mustahik (LPPM) BAZNAS menginisiasi program Balai Ternak BAZNAS pada November 2018. Dengan semangat, Jajang langsung mandaftar dan mengikuti serangkaian seleksi.

     

    “Alhamdulillah, saya diterima menjadi anggota kelompok ternak Balai Ternak BAZNAS Bogor,” ungkap Jajang haru.

     

    Episode kehidupan baru Jajang dimulai usai dia diterima sebagai anggota kelompok ternak program BAZNAS. Jajang mendapat modal domba sembilan ekor. Dengan penuh semangat, ia mengikuti pembinaan dan pendampingan program BAZNAS. Lantas ia terapkan dalam merawat domba-dombanya. 

     

    Lewat pendampingan BAZNAS, Jajang memiliki pengetahuan baru dalam ternak domba. Jajang memberikan makanan bergizi untuk ternaknya, seperti ampas tahu yang berfungsi untuk memperkokoh rangka tulang domba dan memperhalus bulu domba.

     

    Tidak hanya berternak, Jajang juga mencoba menanam sayuran seperti bayam dan kangkung di sekitar kandang ternak. Berkat pembinaan dari program BAZNAS, kini Jajang memanfaatkan kotoran domba menjadi pupuk organik bagi tanaman sayurannya. Pendampingan dari BAZNAS bahkan telah membawanya dan peternak lainnya untuk membudidayakan ikan nila dan lele. Di sini, Jajang memperoleh ilmu baru seputar budidaya ikan dan teknik membuat pupuk kompos.

     

    BAZNAS telah membantu Jajang memperbaiki kehidupan ekonomi lewat pendampingan program ternak domba, bertani sayur, hingga budi daya ikan. Jajang mengakui banyak memperoleh ilmu baru dari Program BAZNAS. Semua yang dimilikinya kini ia rawat dengan sungguh-sungguh. Secara berkala, Jajang memandikan domba-dombanya. Ia juga memberikan vitamin dan membersihkan kandang ternak dengan teratur. 

     

    “Sebelum domba masuk kandang, kita dulu yang masuk. Jika kita merasa nyaman, maka domba pun pasti nyaman,” ujar Jajang menyampaikan tipsnya menjaga kebersihan kandang.

     

    BAZNAS telah membantu Jajang keluar dari kehidupan sulitnya. Ia kini menyimpan mimpi besar. Jajang ingin me jadi peternak sukses. Kalau hari ini menjadi mustahik, ia berharap suatu hari nanti bisa menjadi muzaki.

BAYAR ZAKAT