Panen Melimpah, Sentuhan Teknologi dan Benih Unggul Antar Petani Raih 7 Ton per Hektar
Panen Melimpah, Sentuhan Teknologi dan Benih Unggul Antar Petani Raih 7 Ton per Hektar
30/06/2026 | Humas BAZNAS RIHamparan sawah di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar, menjadi saksi bagaimana inovasi dan semangat belajar mampu mengubah hasil pertanian. Musim panen kali ini membawa kabar menggembirakan bagi Kelompok Tani Paraita. Dua petani binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Hendra Suwarno dan Sofyan Hatta, berhasil mencatatkan produktivitas rata-rata 7 ton gabah kering per hektar dari budidaya padi varietas Inpari 43.
Keberhasilan tersebut bukan datang secara kebetulan. Di balik hasil panen yang melimpah, ada perpaduan antara penggunaan benih unggul, penerapan teknik budidaya yang tepat, pendampingan intensif, serta pemanfaatan teknologi modern dalam proses panen.
Saat bulir-bulir padi menguning sempurna, mesin combine harvester bergerak menyusuri petak-petak sawah. Kehadiran alat panen modern ini membuat proses pemanenan berlangsung jauh lebih cepat, mengurangi kehilangan hasil, sekaligus menghasilkan gabah yang lebih bersih dan berkualitas. Dibandingkan metode panen konvensional, penggunaan mesin juga mampu menghemat tenaga kerja dan biaya produksi.
Hendra Suwarno merasakan langsung manfaat dari perubahan cara bertani tersebut. Menurutnya, varietas Inpari 43 tumbuh dengan sangat baik di lahan yang dikelolanya. Batangnya kokoh, lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta menghasilkan bulir yang berisi penuh.
"Dengan pendampingan dari BAZNAS dan dukungan kelompok tani, kami belajar mulai dari cara tanam yang benar hingga memilih benih yang sesuai dengan kondisi lahan di sini. Hasilnya nyata, dari satu hektar saya bisa memperoleh sekitar 7 ton," ungkapnya.
Pengalaman serupa dirasakan Sofyan Hatta. Selain produktivitas yang meningkat, ia menilai penggunaan mesin panen memberikan keuntungan besar karena mempercepat pekerjaan sekaligus menghasilkan gabah yang siap dipasarkan.
"Tanamannya seragam sehingga sangat cocok dipanen menggunakan mesin. Hasilnya bersih, prosesnya cepat, dan tentu lebih menguntungkan," ujarnya.
Keberhasilan Hendra dan Sofyan menjadi gambaran bahwa peningkatan hasil pertanian dapat dicapai ketika petani mendapatkan akses terhadap teknologi, benih unggul, dan pendampingan yang berkelanjutan. Kelompok Tani Paraita pun menunjukkan bahwa perubahan di sektor pertanian dimulai dari kemauan untuk belajar dan beradaptasi dengan cara-cara yang lebih efektif.
BAZNAS terus berkomitmen mendampingi para petani melalui program pemberdayaan pertanian berkelanjutan. Harapannya, semakin banyak petani yang mampu meningkatkan produktivitas lahannya, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mewujudkan kesejahteraan keluarga melalui hasil panen yang lebih baik.
Dari hamparan sawah di Mapilli Barat, lahir sebuah pesan sederhana: ketika pengetahuan, teknologi, dan semangat gotong royong berjalan beriringan, sawah tidak hanya menghasilkan padi, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi masa depan pertanian Indonesia.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us