Kolaborasi BAZNAS Microfinance Desa dan Dosen UM Kembangkan Pastel Abon Dapoer Qo’an
Kolaborasi BAZNAS Microfinance Desa dan Dosen UM Kembangkan Pastel Abon Dapoer Qo’an
30/12/2025 | Humas BAZNASDi sebuah dapur sederhana di kawasan Pandanlandung, Kecamatan Sukun, Kota Malang, aroma pastel abon yang gurih hampir tak pernah absen setiap hari. Dari pagi hingga sore, Ibu Iriana Fatmawati (55) setia mengaduk adonan dan mengawasi oven tangki yang menjadi saksi perjuangannya merawat usaha kecil bernama Dapoer Qo’an. Di balik kesederhanaan itu, tersimpan harapan besar untuk tumbuh dan naik kelas—harapan yang kini mendapat penguatan nyata dari BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Malang.
Selama empat tahun terakhir, Ibu Iriana menjadi salah satu UMKM binaan BAZNAS Microfinance Desa Malang. Melalui pendampingan berkelanjutan, usahanya perlahan menemukan ritme dan pasar. Produk unggulannya, Pastel Abon by Dapoer Qo’an, kini diproduksi setiap hari dengan kapasitas sekitar 10 kilogram, sementara kue nastar dan kue kering lainnya dibuat berdasarkan pesanan, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Namun, di tengah meningkatnya permintaan, keterbatasan peralatan produksi menjadi tantangan besar. Seluruh proses masih dilakukan secara manual dengan alat sederhana. Kapasitas produksi yang terbatas membuat Ibu Iriana harus sering menolak pesanan, terutama saat musim ramai.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Microfinance Desa Malang kembali mengambil peran lebih jauh. Tidak hanya sebagai lembaga pembiayaan, BAZNAS membuka ruang kolaborasi strategis dengan dunia akademik. Melalui kerja sama dengan dosen Universitas Negeri Malang (UM) dalam program Pengabdian Masyarakat Hibah Penelitian BIMA, pendampingan UMKM binaan diperkuat dengan pendekatan riset dan perencanaan usaha yang lebih terstruktur.
Kolaborasi ini melibatkan Ibu Eliza, dosen Jurusan Pendidikan Akuntansi UM, yang bersama tim BAZNAS Microfinance Desa Malang melakukan pemetaan kebutuhan usaha Dapoer Qo’an. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kapasitas produksi melalui pengadaan peralatan yang lebih memadai, seperti oven berkapasitas besar dan alat gilingan pastel yang lebih efisien.
“Pengabdian ini kami rancang untuk menjawab persoalan riil UMKM di lapangan. Dengan dukungan Hibah Penelitian BIMA, kami ingin UMKM binaan BAZNAS memiliki fondasi usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Ibu Eliza.
Bagi Ibu Iriana, pendampingan ini menjadi angin segar. Ia berharap dengan peralatan yang lebih baik, kapasitas produksi bisa meningkat hingga dua kali lipat. “Kalau oven dan alat gilingan lebih besar, insyaallah produksi bisa meningkat. Pesanan yang selama ini belum bisa kami penuhi, ke depan bisa terlayani,” tuturnya penuh optimisme.
Peran BAZNAS Microfinance Desa Malang dalam perjalanan usaha Ibu Iriana tidak berhenti pada aspek produksi. Sejak awal pendampingan, BAZNAS hadir melalui pembiayaan qardhul hasan tanpa bunga, pengurusan legalitas usaha seperti NIB, PIRT, hingga sertifikasi halal, serta pelatihan peningkatan kapasitas, mulai dari digital marketing hingga pencatatan keuangan sederhana.
Manajer BAZNAS Microfinance Desa Malang, Ibu Suci, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi besar BAZNAS dalam mendorong UMKM binaan agar benar-benar naik kelas.
“BAZNAS tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi memastikan UMKM tumbuh secara sehat. Kolaborasi dengan dosen UM melalui Hibah BIMA ini menjadi langkah strategis agar UMKM binaan kami memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang lebih baik,” jelasnya.
Dampak usaha Dapoer Qo’an pun meluas ke lingkungan sekitar. Dalam proses produksi, Ibu Iriana melibatkan anak, saudara, hingga tetangga, sehingga usaha kecil ini ikut menggerakkan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja di lingkungannya.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Microfinance Desa Malang. Pendampingannya sangat lengkap, dari modal, legalitas, pelatihan, sampai sekarang dibantu pengembangan alat produksi. Ini benar-benar membantu kami berkembang,” ungkap Ibu Iriana.
Kolaborasi antara BAZNAS Microfinance Desa Malang dan Universitas Negeri Malang ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi zakat, pendampingan usaha, dan dunia akademik dapat melahirkan pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan. Dari dapur sederhana di Sukun, pastel abon Dapoer Qo’an kini melangkah lebih mantap—membawa harapan baru untuk tumbuh, mandiri, dan naik kelas bersama BAZNAS.
Dapatkan Update Berita dan Informasi Penyaluran Zakat, Infak, dan Sedekah.
Follow us