Rakornas Zakat Jadi Ajang Promosi Ekonomi Syariah


Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Zakat 2019 yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Surakarta, Jawa Tengah, menjadi ajang promosi ekonomi syariah.

Hal itu tampak pada peluncuran sejumlah produk dan program oleh BUMN, swasta dan instansi pemerintah pada Rakornas Zakat. Rakornas kali ini memang secara khusus mengangkat tema "Optimalisasi Pengelolaan Zakat untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan Menuju Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia". 

“Karena itu, kami memfasilitasi pengadaan peranti pameran seperti booth untuk memperkenalkan dan mempromosikan produk-produk dan program-program ekonomi syariah bagi swasta, BUMN dan instansi pemerintah,” ujar Ketua Umum Panitia Rakornas BAZNAS, Drs. H. Jaja Jaelani, MM di arena Rakornas Zakat 2019, Hotel Sunan, Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (5/3/2019).

Beberapa instansi pemerintah, BUMN dan swasta, ikut berpartisipasi dalam rakornas, seperti BNI Syariah, BRI Syariah, CIMB Niaga Syariah, Bank Muamalat, Bank Indonesia, Insight dan Go Pay.

Menurut Jaja, hampir semua umbul-umbul, spanduk, banner, wall of fame, brosur, adibs MC, backdrop,  booth, berisi produk dan program ekonomi syariah, seperti zakat, infak dan sedekah (ZIS). Beberapa mitra BAZNAS pun meluncurkan produk dan program pada ajang rakornas. 

Seperti BNI Syariah dengan launching dan penyerahan simbolis Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) BAZNAS Card via Tap Cash. “Kami memberikan kesempatan ke mitra untuk menyampaikan presentasi produk mereka kepada para peserta Rakornas Zakat, juga penayangan video di tengah acara dan fasilitas booth,” ucap Jaja.

Booth untuk ekonomi syariah ini, jelas dia,  juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli pada ekonomi syariah. Pengembangan ekonomi syariah diharapkan tidak berhenti di satu wilayah tertentu, namun di semua wilayah sehingga jadi tumpuan ekonomi nasional. “Jadi, kita coba angkat kembali agar masyarakat makin peduli dan ada alternatif pembiayaan, tidak sekadar perbankan syariah atau konvensional, tapi ada alternatif lain," ujar Jaja. 

Dia menerangkan, ekonomi syariah saat ini terus berkembang tidak hanya identik dengan perbankan syariah. Konsep ekonomi syariah terus meluas ke berbagai model pembiayaan. Hanya saja, saat ini data yang banyak masuk tentang ekonomi syariah masih didominasi oleh perbankan syariah. 

Jaja menilai, potensi ekonomi syariah masih sangat perlu digali lebih mendalam karena banyak peluang yang didapat. Ia menyebut contoh pembiayaan dengan sistem syariah. Ekonomi syariah memberi peluang masyarakat untuk mengakses itu dengan konsep bagi hasil, baik keuntungan maupun kerugian. "Jadi ada potensi masih harus digali, banyak peluang pembiayaan di luar perbankan dengan sistem syariah. Masyarakat aware mau pilih konvensional atau syariah," kata dia. 

Lebih lanjut, Jaja berharap Rakornas Zakat dapat mengidentifikasi dan mendorong tokoh-tokoh inspiratif ekonomi syariah agar menjadi motor penggerak bagi lingkungan sekitarnya. Ekonomi syariah juga terus berkembang baik dari industri halal, baik berupa makanan dan minuman, pariwisata, fesyen hingga farmasi. 

“BAZNAS memiliki visi menjadi pengelola zakat terbaik dan terpercaya di dunia. Maka, dalam Rakornas Zakat 2019, kami akan membahas berbagai persoalan untuk dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pengumpulan, penyaluran serta pendayagunaan zakat,” kata Jaja.

Ia menyebutkan, Rakornas Zakat membahas manajemen untuk mempertajam program kerja BAZNAS yang telah dibuat pada tahun 2019. Jadi, tutur dia, akan dibahas pengumpulan, penyaluran dan pendayagunaan zakat serta pelaporannya.

"Melalui penajaman program kerja, akan dibahas bagaimana penyaluran dan pendayagunaan zakat akan mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ucap Jaja. 

Ia menyebutkan, BAZNAS akan mempertajam program kerja agar zakat benar-benar berkontribusi mengentaskan kemiskinan. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, Rakornas Zakat juga membahas perbaikan manajemen dan sumber daya manusia.

Dia memaparkan, penajaman program kerja dan perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan sejalan dengan visi BAZNAS menjadi pengelola zakat terbaik dan terpercaya di dunia. "Kita menghendaki bahwa, visi Baznas menjadi pengelola zakat terbaik dan terpercaya di dunia," ujar dia.

Rakornas Zakat yang mengangkat tema "Optimalisasi Pengelolaan Zakat untuk Mengentaskan Kemiskinan dan Meningkatkan Kesejahteraan Menuju Indonesia Pusat Ekonomi Islam Dunia" diselenggarakan di Surakarta, Jawa Tengah pada 4-6 Maret 2019. Rakornas dihadiri 600 pegiat zakat. 

Terkait tema tersebut, Jaja menjelaskan, BAZNAS akan mengoptimalkan pengelolaan zakat untuk mengentaskan kemiskinan. Sehingga bisa mengangkat ekonomi masyarakat untuk menuju Indonesia pusat ekonomi Islam dunia.

Ia  menuturkan, Indonesia diharapkan dapat menjadi negara yang memimpin ekonomi syariah dunia. “Sehingga zakat sebagai bagian dari ekonomi syariah harus diperkuat, didorong dan diarusutamakan,” kata Jaja. (*)