BAZNAS News | 27 Oktober 2020

  • Tanggal : 27/10/2020
  • Diposting oleh : Markom

Sinergi BAZNAS bersama Relawan Inspirasi Bulukumba Perkuat PHBS Cegah Covid- 19

Pondok tahfidz merupakan tempat pembelajaran yang juga berpeluang menjadi tempat ancaman penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Untuk itu, BAZNAS melalui Sahabat ZCD berupaya mengadakan sosialisasi penyuluhan PHBS dengan kolaborasi bersama Relawan Kelas Inspirasi Bulukumba, bagi anak-anak usia 5 hingga13 tahun. Dimana pada usia tersebut anak-anak sangat menyukai bermain di luar rumah dengan teman-temannya, sehingga diperlukan pemahaman PHBS kepada mereka agar lebih berhati-hati akan penyebaran virus corona. Anak-anak dikenalkan berbagai makanan yang sehat dan bergizi, dan diajarkan praktik mencuci tangan yang baik dan benar dengan sabun.


================================


Kenalkan Pemberdayaan Ekonomi Desa, Mustahik Binaan BAZNAS Ikuti Festival Desa Lestari 2020

Festival Desa Lestari 2020 adalah ajang promosi dan pengenalan kepada masyarakat yang lebih luas mengenai potensi desa dan kegiatan pemberdayaan ekonomi desa, fokus pada pendokumentasian kegiatan ekonomi dan pembangunan desa dalam bentuk video/film pendek berdurasi maksimal 15 menit. Dengan bantuan tim panitia FDL dari tani link kegiatan aktivitas kelompok mulai dari mempersiapkan lahan, menabur bibit, hingga pada proses pasca panen diliput dalam sebuah dokumentasi yang nantinya akan dilombakan kembali. Dalam kesempatan ini Kelompok Al-Barokah juga memberikan sedekah kepada salah satu warga miskin yang memerlukan bantuan, merupakan wujud syukur kelompok yang telah berkembang dari kebermanfaatan dana zakat.

================================

BAZNAS Latih Manajemen Keuangan bagi Mitra Mustahik Pengusaha

Adapun materi yang disampaikan mengenai teknik penyusunan laporan keuangan dasar dan manfaat dari adanya pencatatan laporan keuangan bagi pengembangan usaha yang dijalankan, yang selanjutnya dilakukan praktek pembuatan laporan keuangan. Pelatihan ini didasari dari problematika yang sering dihadapi pelaku usaha mikro yaitu masih belum disiplinnya memisahkan uang modal usaha dan uang untuk keperluan pribadi.