BAZNAS News | 22 Desember 2020

  • Tanggal : 22/12/2020
  • Diposting oleh : Markom

BAZNAS Damping Mustahik Binaan dalam Kemudahan Akses Promosi Produk

Adapun mitra mustahik yang diangkat dalam dokumentasi ini merupakan mustahik produsen olahan singkong. Di desa Benteng ini terdapat sekitar 20 mitra yang berprofesi sebagai produsen olahan singkong. Selain produk utama berupa tepung mocaf, produk turunan dari produk olahan singkong di desa benteng ini juga sangat beragam. Mulai dari cookies, brownies, deblo kering dan sejenisnya. Sebelum hadirnya bantuan permodalan BAZNAS Microfinance Desa, banyak para mitra mustahik terjebak pinjaman dari rentenir keliling atau bank emok di Sukaindah hingga pada akhirnya bisa melepaskan diri dari jeratan rentenir.

========================

BAZNAS Lakukan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pesantren

Melalui Zakat Community Development BAZNAS, Lauching program ZCD di Desa purworejo berbasis pesantren ini dihadiri para tokoh, kepala dusun, pengurus pesantren adz zikra dan kelompok penerima manfaat. Pemberdayaan dengan di mulai dari basis pesantren memberikan nilai lebih. Pesantren yang berfungsi sebagai wadah pembelajaran agama, lembaga pemberdayaan, mencetak SDM yang berdaya serta melahirkan agen perubahan untuk masyarakat bagian dari hal penting untuk di perhitungkan peranannya.Zakat Community Development BAZNAS sebagai lembaga pengembangan berbasis desa ikut peran dalam penataan pembentukan tersebut, diharapkan menjadi bagian dalam pengentasan kemiskinan, pencetak kader lokal yang tangguh dan kelembagaan yang membawa kesejahteraan khusunya untuk para mustahik.

=======================

Disiplin Prokes, BAZNAS Lakukan Pendampingan Ujian Tatap Muka di Sekolah Binaan

Sekolah Dasar Negeri 21 Sindue yang berada di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah merupakan salah satu sekolah dampingan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Di sekolah ini dilakukan ujian semester secara tatap muka serentak dan berlangsung selama dua jam. Guna mendukung pelaksanaan ujian di tengah pandemi Covid-19, protokol kesehatan ketat turut diterapkan guna melindungi para siswa dan pengawas. Ruang yang digunakan untuk ujian telah disterilisasi terlebih dahulu sebelum digunakan, serta mengatur jarak duduk antara siswa satu sama lain. Selain itu, peserta ujian juga diwajibkan mencuci tangan sebelum memasuki ruang kelas, yang sebelumnya sudah dilaksanakan sosialisasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di SDN 21 Sindue.