Semangat Mualaf Tuva Ikuti Pembinaan saat Ramadhan Bersama Da’i BAZNAS

  • Diposting oleh : Muallaf Center
  • Tanggal : 20/04/2022
  • Semangat Mualaf Tuva Ikuti Pembinaan saat Ramadhan Bersama Da’i BAZNAS


    Rasa kantuk dan lemas karena berpuasa di bulan Ramadhan tidak menyurutkan semangat mualaf Desa Tuva untuk terus mengukuti pembinaan pekanan bersama Ustadz Abdullatif Da’i BAZNAS pada Sabtu (16/4). Kegiatan pembinaan dilaksanakan setelah Sholat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Iman Desa Tuva Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi Biromaru Provinsi Sulawesi Tengah dan dihadiri oleh 4 mualaf binaan.

    Dalam Pembinaan kali ini Ustadz Abdulatif selaku Da'i BAZNAS menyampaikan tentang perilaku sombong saat bulan Ramadhan.

    “Salah satu sifat tercela dalam Islam adalah sifat sombong atau angkuh, ciri-ciri orang sombong adalah menolak kebenaran seperti yang disebutkan Rasulullah Shallahu alaihi wasallam dalam haditsnya.

    الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

    Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia". [HR. Muslim, no. 2749, dari ‘Abdullah bin Mas’ûd].

    Banyak diantara manusia menampakkan kesombongan pada bulan Ramadhan dengan tidak memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai bulan yang mulia yang didalamnya banyak terdapat kebaikan. Allah Subhanahu Wata'ala memberikan ganjaran pahala kepada orang-orang yang memanfaatkan bulan Ramadhan dan mengisinya dengan kebaikan-kebaikan. Begitu juga sebaliknya, Allah Subhanahu wata'ala mengganjar kan dosa yang besar kepada orang-orang yang berbuat keburukan pada bulan Ramadhan yang dosanya jauh lebih besar dibandingkan dengan dengan bulan-bulan diluar Ramadhan, sebagaimana pahala yang besar bagi mereka yang melakukan kebaikan pada bulan Ramadhan," papar Ustadz Abdulatif.

    Selanjutnya Ustadz Abdulatif menyampaikan contoh perilaku sombong saat bulan Ramadhan.

    “Lalu apa contoh kesembongan yang dilakukan manusia saat bulan Ramadhan, mereka adalah orang-orang yang melalaikan puasa pada bulan Ramadhan, padahal tidak terdapat uzur syar’i, atau dengan terang-terangan makan atau minum pada bulan ramadhan tanpa ada rasa malu. Orang orang semacam ini adalah orang-orang yang sombong tidak mau menerima kebenaran dan tidak meyakini adanya keutamaan-keutamaan pada bulan Ramadhan.

    Allah Subhanahu wata'ala berfirman.

    سَاَصْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ وَاِنْ يَّرَوْا كُلَّ اٰيَةٍ لَّا يُؤْمِنُوْا بِهَاۚ وَاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًاۚ وَاِنْ يَّرَوْا سَبِيْلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوْهُ سَبِيْلًاۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا وَكَانُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ

    Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya. Yang demikian adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lengah terhadapnya. (Q.S. Al-‘Araf:146)

    Tidak ada kesembongan yang paling besar melainkan ketika datangnya bulan Ramadhan tetapi bulan ramadhan tidak menjadikannya lebih baik " lanjut Ustadz Abdulatif.

    Dipenghujung kajian Ustadz Abdulatif mengajak kepada para mualaf agar melaksanakan bulan ramadhan dengan sungguh-sungguh.

    “Kami mengajak kepada para mualaf di Desa Tuva untuk menjalankan bulan Ramadhan dengan sungguh-sungguh dan mengambil manfaat dari bulan Ramadhan dengan melaksanakan ibada-ibadah baik itu yang wajib dan yang sunnah," pungkas Ustadz Abdulatif.

>
BAYAR ZAKAT