Promosikan Batik Tulis Alam, Mustahik Jadi Model Pemasaran Produk

  • Diposting oleh : Community Development
  • Tanggal : 12/01/2022
  • Promosikan Batik Tulis Alam, Mustahik Jadi Model Pemasaran Produk


    Kelompok Usaha Putri Berdikari Batik Sumurgung melakukan promosi guna meningkatkan pemasaran produk dengan cara menjadikan mustahik sebagai model foto.

    “Kami menjadi model dengan produk kami sendiri agar pelanggan kita atau siapapun mengenal para perajin. Karya pewarnaan alam memang berbeda dengan yang lainnya, sehingga apa yang kami tampilkan dari foto produk ini juga berbeda, yakni perajin batik yang menjadi modelnya sendiri,” kata Warsimah, mustahik binaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Program Eco Fashion Community Yayasan Sahabat Pulau Indonesia.

    Pada Senin (3/1) para perajin memilih sendiri lokasi yang akan mereka tuju yaitu di Dusun Krajan, Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

    Mereka melaksanakan sesi pemotretan dalam beberapa sesi. Enam dari tiga belas para perajin menjadi foto model untuk mempromosikan batik tulis pewarnaan alam.

    “Saya suka menjadi menjadi model foto produk batik, sehingga bisa tampil beda dengan yang lain,” kata Mak Mben. 

    Enam perajin yang mengikuti sesi pemotretan rata-rata berusia 35 tahun ke atas.

    "Para perajin yang ikut dalam pemotretan ini rata-rata lebih senior baik secara usia dan pengalaman. Kisaran usianya 35-40 tahun, meski demikian, kemampuan eksistensinya tidak kalah saing sama yang berusia muda,” kata Musyawir, Sahabat ZCD Sumurgung.

    Para perajin melakukan proses pengisian daftar hadir dan dalam pelaksanaan sesi foto tetap mematuhi protokol kesehatan. 

    “Meski belum ada kasus Covid varian Omicron di Tuban, protokol kesehatan yang mendukung keselamatan kerja masih diterapkan. Para perajin batik alam sudah tinggal dua persen yang belum vaksin, tapi percepatan vaksin di Tuban terus digencarkan sehingga memberikan peluang untuk menyelesaikan vaksinasi," kata Musyawir.

    Sebanyak 12 kain produk batik pewarnaan alam yang telah masuk fase promosi pemasaran dengan kisaran harga mulai dari Rp250.000 hingga Rp500.000 per kainnya.

    Selanjutnya, mustahik akan melakukan penataan galeri pada kain yang sudah melalui proses pemotretan dan akan dipasarkan juga melalui media sosial. BAZNAS berharap promosi seperti ini dapat meningkatkan pemasaran.

     

    #BAZNASRI

    #InovasiBerkaryaUntukUmat

    #LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat

    #GerakanCintaZakat

    #ZakatCommunityDevelopment

>
BAYAR ZAKAT