Optimalisasi Olahan Hasil Pohon Aren di Desa Pemberdayaan Tompobulu Kabupaten Maros Sulawesi Selatan

  • Diposting oleh : Community Development
  • Tanggal : 08/02/2022
  • Optimalisasi Olahan Hasil Pohon Aren di Desa Pemberdayaan Tompobulu Kabupaten Maros Sulawesi Selatan


    Tim Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS melakukan optimaliasai olahan hasil pohon aren di Desa Pemberdayaan Tompobulu Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Program ZCD ini telah berjalan lebih dari 4 tahun di Desa Tompobulu yang berlokasi 1 jam dari pusat kabupaten Maros melalui jalan berbatu dan hutan.

    Di desa tersebut, tim ZCD BAZNAS melakukan intervensi program berupa pembuatan gula semut, pembuatan kolang kaling dan pembinaan keagamaan. Untuk kegiatan dakwah dan advokasi dilakukan dalam bentuk majelis taklim/kegiatan mengajar membaca alquran. Bantuan sebuah masjid yang didanai 100 juta lebih dari BAZNAS Maros membuat kegiatan masjelis talim ini menjadi lebih semarak dan bapak-bapak warga dapat melakukan sholat berjamaah dan sholat jumat di masjid.

    Kelompok ekonomi yang bernama TAIPA BERDAYA melakukan kegiatan produksi dengan fokus produk gula semut Dan kolang kaling. Gula semut sebagai produk yang bersumber dari bahan yang sama yaitu pohon Aren yang diambil air niranya. Secara analisa ekonomi tentu hal ini menjadi keuntungan tersendiri untuk masyarakat. Guna menghasilkan 5 kilo gula semut ( 20 kemasan per 250 gram ) modal air nira 50 liter harga 120rb karena 1 kilo gula semut berasal dari air nira 10 liter. Harga air nira jika membeli dalam jumlah besar harga bisa 2400/liternya. Dari air nira 50 liter ini lah menghasilkan gula semut 5 kilo dengan harga jual gula semut 12rb / 250 gram sehingga pendapatan kelompok mendapatkan omset 20 bungkus di kali 12.000 yaitu 240.000 dengan kelompok mendapatkan keuntungan 100%.

    Hasil air nira ini juga dapat diolah diantaranya gula merah, tuak manis dan gula semut tentu dengan proses pembutan yang berbeda pula.

    Selanjutnya pohon aren dapat pula dimanfaatkan menjadi kolang kaling, yang sebelumnya telah melewati beberapa proses, mulai dari tahapan mengambilan buah dari pohonya, pemasakan, pengelupasan biji dari buahnya, sampai pada tahapan pengemasan. Sejauh ini produk dalam proses pengembangan, baik dari sisi pengemasan, pemasaran dan pemberian label halal. Pendapatan kelompok dari 1 liter kolang-kaling 10.000 harga jual menjadi 18.000 sehingga kelompok mendapatkan keuntungan 8000 per setiap liternya.

    Kini kelompok usaha juga melakukan kerja sama pemasaran dengan pemerintah desa dan sedang proses pemesanan dari pihak desa sebesar 2000 pack gula semut dengan dua varian rasa yaitu gula semut original dan gula semut rasa jahe.

    Optimalisasi kearifan lokal dan lahirnya masyarakat yang memiliki keimanan yang baik dapat memberikan keberkahan pada desa ini. Amin. 

    #BAZNASRI
    #InovasiBerkaryaUntukUmat
    #LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat
    #GerakanCintaZakat
    #ZakatCommunityDevelopment

>
BAYAR ZAKAT