Mualaf Tuva Pelajari Kiat Mendulang Pahala di Bulan Ramadhan Bersama Da’i BAZNAS

  • Diposting oleh : Muallaf Center
  • Tanggal : 07/04/2022
  • Mualaf Tuva Pelajari Kiat Mendulang Pahala di Bulan Ramadhan Bersama Da’i BAZNAS


     يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

    "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183).

    Menyambut bulan suci Ramadhan 1443 H Da’i BAZNAS Titik Tuva Ustadz Abdulatif Amrizal adakan pembinaan bagi mualaf Desa Tuva dan Desa Omu Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi Biromaru, Sulawesi Tengah pada Sabtu (2/4). Pembinaan yang dilaksanakan di Masjid Al-Haq Desa Omu ini Ustadz Abdulatif menyampaikan kiat-kiat supaya mendulang pahala saat Ramadhan.

    “Agar dapat mendulang pahala sebanyak banyaknya pada bulan Ramadhan seorang muslim beriman yang berpuasa hendaklah memperbanyak ibadah-ibadah baik yang wajib maupun yang sunnah. Misalnya tidak meninggalkan sholat lima waktu melaksanakan solat tarawih, tilawah Al-Quran , memberi makan untuk buka puasa," ujar Ustadz Abdulatif.

    Hadits dari Abi Hurairoh:

    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

    Dari Abu Hurairah RA menuturkan sabda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah telah mewajibkan padamu berpuasa di bulan itu. Dalam bulan itu dibukalah pintu-pintu langit, dan ditutuplah pintu-pintu neraka, dan syaitan-syaitan dibelenggu. Pada bulan itu terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang tidak memperoleh kebajikan di malam itu, maka ia tidak memperoleh kebajikan apapun." (Hadis Shahih).

    Pada sesi tanya jawab salah satu mualaf bertanya terkait jumlah rakaat tarawih.

    "Ustadz berapakah jumlah rakaat sholat tarawih? delapan atau dua puluh rakaat?” tanya Daud Padudu.

    Ustadz Abdulatif menjelaskan apa yang ditanyakan terkait jumlah rakaat solat tarawih.

    “Delapan atau Dua puluh rakaat masing-masing memiliki keutamaan, yang terpenting adalah ketika kita melaksanakannya tidak terburu -buru dan harus memperhatikan tuma'ninah karena syarat diterimanya Solat itu harus tuma'ninah," jawab Ustadz Abdulatif

    Semoga para mualaf binaan BAZNAS dapat melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan lancar dan akhirnya mendapat derajat ketaqwaan.

>
BAYAR ZAKAT