Kelompok Binaan BAZNAS Maluku Ikuti Pelatihan Ilmu Ternak Belut

  • Diposting oleh : Community Development
  • Tanggal : 14/02/2022
  • Kelompok Binaan BAZNAS Maluku Ikuti Pelatihan Ilmu Ternak Belut


    Desa Waeleman dikenal dengan penghasil belut, ini dipengaruhi faktor kondisi wilayahnya yang banyak terdapat rawa-rawa. Tidak heran bukan hanya masyarakat setempat tetapi juga banyak warga dari luar yang datang mencari belut. Penangkapan belut yang tidak terkendali mengakibatkan ketersediaan belut di rawa-rawa sudah mulai berkurang, bahkan belut dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa sudah jarang didapat. Kondisi tersebut mendorong Lembaga Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS melalui kelompok budidaya belut waeleman jaya membuat kolam budidaya belut.

    Awal 2022 pemerintah Desa Waeleman dengan menggunakan dana desa tahun anggaran 2021 merealisasikan satu kelompok budidaya belut. Pembentukan kelompok yang difasilitasi oleh Sahabat ZCD BAZNAS diberi nama Kelompok Budidaya Belut Trimukti Waeleman. Pengalokasian dana desa untuk kelompok budidaya belut berawal dari usulan Sahabat ZCD BAZNAS ketika pemerintah desa melakukan kegiatan Musrembangdes tahun 2020 dan usulan tersebut disetujui oleh BPD dan pemerintah desa.     

    Kelompok Trimukti melakukan pelatihan budidaya belut di Aula Pertemuan Kantor Desa Waeleman, pada Kamis (27/2/2022). Pemateri dalam pelatihan ini adalah Bapak Hardi dari Balai Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Pertanian Waeapo, Kabupaten Buru. Dalam sambutan PJ Kepala Desa Waeleman Bapak Gahtan Pattimura mengatakan budidaya belut adalah sebuah alternatif dalam peningkatan ekonomi masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada alam. Karena kalau selamanya mengandalkan apa ada di alam maka lambat laun akan habis.

    Setelah selesai kegiatan peserta pelatihan bersama dengan dari balai UPTD melakukan kunjungan ke kolam kelompok budidaya belut jaya, dalam kesempatan ini Kepala Balai UPTD Pertanian Kab. Buru banyak memberikan masukan terkait aktivitas di kolam belut. Diantaranya adalah soal perlunya penyediaan tempat untuk pembenihan, karena menurutnya belum ada kelompok di Pulau Buru yang melakukan pembenihan tetapi kalau pembesaran banyak. Kepala UPTD juga siap  membantu dalam melakukan pembenihan belut.   

    Sebagai rencana tindak lanjut, Kelompok Trimukti  membuat kolam, kolam yang akan dibuat dibagi 3 tempat masing-masing ukuran 2 x 7 m yang akan dikelola 2 orang. Selanjutnya akan dipersiapkan media tumbuh seperti jerami, batang pisang, kotoran sapi. Untuk membuat media tumbuh layak untuk menabur bibit belut dibutuhkan kurang lebih 3 bulan pregmentasi di kolam. Jumlah bibit yang disiapkan oleh pemerintah desa sebanyak 50 kg. Namun, Kelompok Trimukti belum memiliki mesin penyuplai air dan mesin penghisap air.

     

    #BAZNASRI                                  

    #InovasiBerkaryaUntukUmat

    #LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat

    #GerakanCintaZakat

    #ZakatCommunityDevelopment

>
BAYAR ZAKAT