Kampung Batik Cibuluh Binaan BAZNAS Terima Instalasi Pengolahan Air Limbah dari Kemenristekdikti

  • Diposting oleh : Pemberdayaan Ekonomi
  • Tanggal : 14/10/2021
  • Kampung Batik Cibuluh Binaan BAZNAS Terima Instalasi Pengolahan Air Limbah dari Kemenristekdikti


    Kelompok Batik Cibuluh binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) BAZNAS yang berlokasi di Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, mendapatkan bantuan berupa alat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai upaya pencegahan pencemaran lingkungan akibat cat pewarna batik.

    Di sana terdapat 8 kelompok pembatik yang terdiri dari Batik Sadulur, Batik Gaziseri, Batik Pancawati, Batik Melinda, Batik Melangit, Batik Bumiku, Batik Cherry dan Batik Panineungan. Bantuan IPAL diberikan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).

    Alat Instalasi Pengolahan Air Limbah ini bertujuan untuk membantu mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah air dari proses pewarnaan batik. Peduli terhadap lingkungan berdampak kepada keberlanjutan usaha batik ini, Kampung Batik Cibuluh mulai memperhatikan lingkungan dan siap menjaga lingkungan dari limbah batik yang dihasilkan agar lebih ramah lingkungan.

    Uji coba alat IPAL Limbang Batik oleh Kemenristekdikti dilakukan pada, Senin (4/10) di lokasi kelompok Batik Sadulur. Alat IPAL portebel sederhana digunakan untuk menyaring dan mengendapkan limbah pewarnaan tekstil dari batik yang terdiri dari lapisan terbawah seperti batu kali (batu yang paling besar), batu split, bio ball dan Pasir (ziolit).

    Dalam penggunaan IPAL diketahui bahwa waktu pengendapan air limbah minimal 3-7 hari sebelum air limbah dapat dibuang. Dalam perawatan alat, pengrajin batik harus mencuci atau mengganti bahan pasir ziolit dalam kurun waktu 3-4 bulan pemakaian.

    Alat IPAL tersebut harapannya bisa mengatasi permasalahan limbah batik dari aktifitas membatik di Kampung Batik Cibuluh sehingga pembatik dapat menerapkan pembuangan limbah ramah lingkungan.

>
BAYAR ZAKAT