Guru Kelas Tahfidz Pijoengan ZCD BAZNAS Lakukan Inovasi Pembelajaran

  • Diposting oleh : Community Development
  • Tanggal : 25/02/2022
  • Guru Kelas Tahfidz Pijoengan ZCD BAZNAS Lakukan Inovasi Pembelajaran


    Guru Kelas Tahfidz Pijoengan Zakat Community Development (ZCD) BAZNAS tampak sedang mengedukasi anak-anak santri untuk belajar tahfidz di ruang belajar Rumah Pintar Pijoengan Desa Srimartani. Kelas Tahfidz Pijoengan merupakan kelas belajar tahfidz yang diperuntukkan bagi anak-anak sekitar Desa Srimartani dan sekitarnya, yang diinisiasi oleh Rumah Pintar Pijoengan dengan support dari ZCD BAZNAS, Kamis (17/02) .

    Kelas ini dibuka setiap hari Senin-Kamis setiap pukul 14.00-17.00 WIB yang bertempat di Rumah Pintar Pijoengan. Per bulan Februari ini jumlah santri sekitar 20 anak. Jumlah santri di Kelas Tahfidz Pijoengan selalu dinamis mengikuti perkembangan sosial di masyarakat. Begitu pun jumlah guru yang mengajar disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan belajar anak.

    Jumlah guru tahfidz saat ini ada 3 orang yakni Mr. Toni, ustadz Dikdik dan ustadzah Rena. Akan tetapi 1 ustadzah sedang cuti melahirkan selama 2 bulan ke depan, sedangkan 1 ustadz Dikdik 2 minggu ini sedang mendampingi istri yang sedang sakit sehingga 2 minggu terakhir ini anak-anak hanya diampu oleh 1 orang ustadz. Untuk menangani kendala tersebut, pengelola Rumah Pintar Pijoengan saat ini sedang mencari solusi dan mempersiapkan pengajuan program kemitraan dengan Rumah ZIS UGM untuk bisa melibatkan relawan mahasiswa di Kelas Tahfidz Pijoengan.

    Dalam proses pembelajaran tahfidz, metode belajar yang digunakan adalah Talaqy yang secara praktinya guru membacakan potongan ayat kemudian ditirukan oleh santri dengan diulang-ulang hingga benar-benar hafal. Namun, dalam prosesnya juga muncul tantangan di mana santri beberapa kali masih mengalami lupa atau tidak hafal meskipun pada hari sebelumnya sudah hafal dan lancar.

    Meskipun sudah ada metodenya tetapi pada praktiknya guru tahfidz terus didorong untuk melakukan inovasi pembelajaran supaya anak makin semangat belajar tahfidz. Begitu pula di kelas ini, dalam rangka mendorong kemampuan menghafal anak, seorang guru tahfidz yakni Mr.Toni melakukan strategi pembelajaran yakni dengan memanfaatkan potongan-potongan kertas yang diatur secara acak guna melatih daya ingat anak dalam menghafal Al-Quran. Strategi ini menurut Mr.Toni sengaja dilakukan agar anak-anak dapat terbiasa menghafal dari ayat manapun, sehingga kemampuannya dapat berkembang.

     

    #BAZNASRI

    #InovasiBerkaryaUntukUmat

    #LembagaUtamaMenyejahterakanUmmat

    #GerakanCintaZakat

    #ZakatCommunityDevelopment

>
BAYAR ZAKAT