Dai BAZNAS di Kepulauan Mentawai Gelar Kajian Bulanan Gabungan

  • Diposting oleh : Muallaf Center
  • Tanggal : 26/08/2021
  • Dai BAZNAS di Kepulauan Mentawai Gelar Kajian Bulanan Gabungan


    Para dai Mualaf Center BAZNAS (MCB) yang bertugas di dua desa dari Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat melaksanakan pengajian bulanan gabungan untuk ibu-ibu mualaf di Masjid Al-Quds, Dusun Peinning Buttet Desa Muntei pada Ahad (15/8). Pengajian ini dihadiri sekitar 33 ibu-ibu mualaf. Hadirin kali ini merupakan gabungan dari kelompok Puro, Desa Muara yang dibina oleh ustaz Mahmud dan kelompok Desa Muntei dan Desa Maileppet yang dibina oleh ustaz Ramdani.

    Pengajian bulanan membahas dua topik mengenai “Tahun Baru Hijriyah dan Keutamaan Bulan Muharram.” Kedua tema ini disampaikan secara bergiliran oleh kedua dai MCB. Pada sesi pertama Ustaz Mahmud menjelaskan tentang sejarah penanggalan dan penggunaan kalender Hijriyah yang digagas pada zaman kekhalifahan Umar bin Khattab. Pada masa itu kebijakan diambil berdasarkan keputusan musyawarah para sahabat. Dari berbagai usulan awal penanggalan maka diputuskan bahwa patokan perhitungan awal tahun Hijriyah dimulai sejak tahun hijrahnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam.

    Selain menceritakan sejarahnya, dai MCB juga menanamkan pemahaman akan urgensi memahami penanggalan Hijriyah. Karena banyak sekali momen-momen penting keagamaan yang berkaitan dengan tanggal-tanggal dalam tahun Islam. Pada kesempatan ini pula, ustaz Mahmud mengajak para ibu-ibu muallaf untuk menghafal dan mencatat nama-nama bulan Hijriyah mulai dari Muharram sampai Dzulhijjah.

    Setelah pemaparan materi pertama dari ustaz Mahmud, selanjutnya Ustadz Ramdani menjelaskan mengenai beberapa keutamaan Bulan Muharram. Di antaranya, termasuk salah satu di antara bulan yang dimuliakan (bulan haram). Pada bulan ini kita dianjurkan untuk tidak berkonflik dan apalagi berperang di dalamnya Bulan ini juga dinamakan syahrullah (bulannya Allah), dan dikatakan sebagai bulan terbaik setelah bulan Ramadhan.

    "Oleh karena itu, di bulan Muharram ini sudah seharusnya kita jadikan kesempatan untuk meningkatkan amal dan mengurangi serta meninggalkan kemaksiatan. Karena di antara makna bulan haram menurut Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya adalah, kemaksiatan di bulan-bulan haram memperoleh siksa yang lebih berat dan ketaatan di bulan-bulan tersebut akan mendapat pahala yang lebih banyak." ujar Ustadz Ramdani.

    Selain itu, Ustadz Ramdani juga mengingatkan para mualaf untuk bisa melaksanakan puasa sunah Tasu'a dan Asyura yang bertepatan dengan hari Rabu, 18 Agustus dan Kamis, 19 Agustus 2021. Kegiatan kajian bulanan ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan satu bulan sekali, di samping kajian pekanan yang juga bergulir disetiap minggunya di desa masing-masing kelompok.

>
BAYAR ZAKAT