Dai BAZNAS Ajak Mualaf Memuliakan dan Menjaga Muamalah dengan Tetangga

  • Diposting oleh : Muallaf Center
  • Tanggal : 02/09/2021
  • Dai BAZNAS Ajak Mualaf Memuliakan dan Menjaga Muamalah dengan Tetangga


    Mualaf Center BAZNAS (MCB) menggelar pengajian rutin mingguan untuk ibu-ibu mualaf di Desa Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai, pada Senin (23/8). Pada kesempatan ini dai BAZNAS Ramdani Saadillah menyampaikan tentang adab bertetangga, yang mana hal ini merujuk pada salah satu pesan nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, dalam haditsnya, “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

    Dalam hadits ini, Rasulullah menyampaikan pentingnya memuliakan tetangga dan menjaga hubungan yang baik dengan tetangga di sekitar rumah atau tempat tinggal kita. Demikian mulianya posisi tetangga dalam bersosial bermasyarakat membuat hal ini sampai disebut sebagai salah satu bentuk realisasi dari iman seorang hamba kepada Allah dan hari kiamat.

    "Orang yang beriman kepada Allah sudah sepatutnya selalu memuliakan tetangganya. Orang yang percaya kepada hari akhir seyogyanya selalu menjaga diri agar tidak menyakiti tetangganya." ujar dai MCB.

    Selain itu, Ramdani melanjutkan pematerian dengan kisah ketika Rasulullah didatangi oleh salah seorang sahabat yang mengadukan perihal perilaku seroang wanita yang menimpanya. Kisah ini diriwayatkan Imam al-Bukhari dalam tulisannya berjudul “Adabul Mufrad”. Pada masa itu terdapat seorang wanita yang ahli ibadah. Malam harinya ia isi dengan salat tahajud, siang hari ia berpuasa, ringan bersedekah. Akan tetapi ia memiliki sebuah perangai buruk.

    Dalam kasus ini wanita tadi memiliki lisan yang suka menyakiti tetangganya. Mendengar aduan sahabat tadi maka Rasulullah menjawab, “Tidak ada kebaikan pada wanita itu, dia adalah penghuni neraka.”

    Ustaz Ramdani menambahkan, “Walaupun seseorang ahli ibadah, namun ia berbuat buruk terhadap tetangganya, maka hal ini tidak mendatangkan surga padanya. Bahkan sebaliknya Rasulullah menyebutnya sebagai ahli neraka. Na'udzu Billah." pungkasnya.

>
BAYAR ZAKAT