Ini 8 Golongan yang Berhak Terima Zakat

  • Tanggal : 09/05/2019
  • Di Posting Oleh : admin

Zakat merupakan salah satu dari Rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh seorang Muslim yang telah diberi rezeki lebih, manfaat zakat tidak hanya bernilai dari segi ibadah, banyak yang kurang menyadari bahwa zakat dapat memberikan dampak sosial termasuk peningkatan kesejahteraan dan dan perekonomian.

Perlu diketahui, para penerima zakat haruslah tepat sasaran dan tidak sembarangan, terdapat anjuran yang mengaturnya, berikut 8 golongan orang yang berhak menerima zakat, berdasarkan  surat At-Taubah ayat 60:

1. Fakir

Orang yang sangat sengsara dalam hidupnya, tidak mempunya harta, penghasilan, tidak memiliki apa-apa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

2. Miskin

Mereka yang memiliki harta dan penghasilan, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup sehari-harinya.

3. Mualaf

Mereka yang baru memeluk agama Islam juga berhak menerima zakat sebagai penguatan dalam tauhid dan syariah.

4. Hamba Sahaya

Mereka yang terbelenggu tidak memiliki kebebasan diri dan ingin memerdekakan dirinya.

5. Gharimin

Mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.

6. Fisabilillah

Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.

7. Ibnus Sabil

Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

8. Amil

Mereka yang mengumpulkan dan melakukan penyaluran untuk tersebar luasnya pemanfaatan zakat terhadap 7 golongan penerima zakat ini juga memiliki hak menerima zakat.

Zakat memiliki potensi untuk dikembangkan dalam peningkatan ekonomi masyarakat yang belum sejahtera, perkembangkan zakat pesat, namun pertumbuhannya jauh daru potensi yang ada.

Dalam Outlook Zakat Indonesia 2018 yang dikeluarkan Pusat Kajian Strategis (Puskas) BAZNAS menyebut, potensi zakat di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 217 triliun. Namun, penghimpunan pada tahun 2018 zakat nasional yang terhimpun baru Rp 8,1 triliun.

Hal ini dipengaruhi banyak faktor, beberapa diantaranya, kurangnya pemahaman masyarakat tentang zakat, masih banyaknya masyatakat yang kurang percaya terhadap lembaga amil zakat.

Sesuai dengan Undang-undang 23/2011 tentang Zakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan lembaga amil zakat resmi pemerintah non-struktural yang berkewajiban melakukan pengelolaan zakat secara nasional.

Selain menjadi umat yang taat kewajibannya dengan membayar zakat, masyarakat perlu menunaikannya melalui lembaga resmi yang sudah terjamin profesional dalam pengelolaan, penyaluran, dan transparan dalam kelembagaannya.