Irfan Syauqi Beik*

Tidak dapat dipungkiri bahwa peran institusi pendidikan ekonomi Islam, seperti Prodi Ekonomi Islam pada perguruan tinggi, adalah sangat penting dan fundamental. Karena itu, upaya perbaikan dan peningkatan kualitas pendidikan ekonomi Islam menjadi suatu keniscayaan. Namun demikian, salah satu tantangan yang dihadapi oleh institusi pendidikan ekonomi Islam saat ini adalah bagaimana memproduksi keilmuan ekonomi Islam yang secara substantif mampu memberikan panduan kemana ilmu ekonomi Islam ini akan berlabuh. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana keilmuan ekonomi Islam mampu menjawab semua tantangan perekonomian yang ada saat ini, seperti bagaimana mengatasi kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, dan pada tataran yang lebih fundamental, bagaimana menghadirkan sistim ekonomi berkeadilan yang mampu melahirkan kesejahteraan yang hakiki.

Ini sangat esensial karena ketidakadilan ekonomi adalah isu besar saat ini. Bahkan Bill Gates pun baru-baru ini mengatakan bahwa “kekayaan saya adalah bukti ketidakadilan ekonomi dunia”. Ia mengkritisi tingginya indeks Gini di Amerika Serikat sebagai bukti adanya ketidakadilan ekonomi akibat kesenjangan yang semakin besar antara kelompok kaya dengan kelompok miskin. Untuk itu, dalam pandangan penulis, diantara upaya peningkatan kualitas keilmuan ekonomi Islam harus dilakukan melalui penguatan riset-riset yang berorientasi pada tiga aspek utama, yaitu : penguatan pondasi teoritis (theoretical foundation), penguatan pada tataran aplikatif, dan penguatan pada aspek formulasi kebijakan (policy formulation). Tanpa riset yang berkualitas dan bersifat substantif pada penguatan ketiga hal tersebut, niscaya peran ilmu ekonomi Islam akan selalu tertinggal.

Penguatan pondasi teoritis artinya bagaimana riset-riset yang ada secara substantif mampu memberikan pijakan dasar keilmuan yang kuat, sehingga secara teoritis mampu mengoreksi kelemahan sistim ekonomi yang ada saat ini sekaligus memberikan jalan keluar yang terbaik dan paling maslahat. Lahirnya teori-teori baru yang bisa memberi warna pada keilmuan ekonomi Islam harus terus didorong dan diberi ruang sebesar-besarnya.

Sebagai contoh, lahirnya Model CIBEST oleh Beik dan Arsyianti (2015) yang terdiri atas kuadran CIBEST dan indeks CIBEST, yaitu indeks kesejahteraan, indeks kemiskinan material, indeks kemiskinan spiritual dan indeks kemiskinan absolut, pada dasarnya merupakan bagian dari ikhtiar untuk melahirkan konsepsi yang lebih komprehensif dalam memandang kemiskinan dan kesejahteraan. Bahwa pendekatan kemiskinan yang hanya menitikberatkan aspek material, harus diimbangi dengan pendekatan yang bersifat spiritual. Dengan kata lain, desain program pengentasan kemiskinan tidak hanya didasarkan pada upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat agar bisa berada di atas garis kemiskinan semata, namun juga didasarkan pada penguatan aspek spiritual yang akan melahirkan pribadi yang kuat sisi spiritualnya, yang sekurang-kurangnya didasarkan pada tiga karakter utama. Yaitu, memiliki ketaatan kepada Allah, memiliki semangat berbagi dan kepedulian yang kuat, dan sangat memperhatikan kondisi keutuhan keluarga dan lingkungan, sehingga potensi kebaikan yang ada pada dirinya bisa terus dikembangkan.

Tentu sebagai satu konsep, adanya pro kontra adalah hal yang wajar. Orang boleh setuju boleh juga tidak setuju dengan tawaran konsepsi tersebut. Namun, ketika dialektika keilmuan ini dijaga dan dikembangkan secara dinamis, dalam norma dan atmosfir akademik yang kuat, maka akan ada resultante yang mengarah pada perbaikan dan penyempurnaan keilmuan ekonomi Islam secara berkesinambungan.

Demikian pula pada tataran aplikatif, keilmuan ekonomi Islam harus bersifat inklusif dan dapat dipraktikkan oleh siapapun dengan latar belakang apapun. Universalitas keilmuan ekonomi Islam harus dijaga, dan pada saat yang sama, ketika ia dipraktikkan, maka harus melahirkan realitas perekonomian yang lebih baik dan lebih adil. Kalau pada kenyataannya tidak mampu melahirkan realitas yang lebih baik, maka perlu dilakukan evaluasi secara mendalam. Disinilah pentingnya check and balance dalam pengembangan ilmu ekonomi Islam, melalui proses pengujian suatu konsep secara obyektif dan ilmiah. Peran riset menjadi sangat penting dalam menguji ilmu ekonomi Islam pada tataran praktis ini. Selain itu, pada tataran aplikatif ini, riset-riset yang ada harus mampu meningkatkan literasi publik terhadap ekonomi Islam itu sendiri. Bagaimanapun, diantara kunci utama berkembangnya sistim ekonomi Islam adalah terletak pada penguatan literasi ekonomi Islam masyarakat.

Sedangkan aspek ketiga adalah, orientasi riset yang ada harus didasarkan pada kemampuan riset tersebut di dalam menjembatani antara tujuan ekonomi Islam dengan kebijakan yang ada. Disinilah pentingnya kita mengembangkan riset yang mampu memfasilitasi interaksi antara nilai-nilai dan cita-cita ekonomi Islam, dengan kebijakan dan institusi kekuasaan yang ada, seperti otoritas fiskal, otoritas moneter, otoritas sektor riil perekonomian dan lembaga kekuasaan lainnya dengan segala dinamikanya, sehingga menghasilkan output berupa peningkatan kualitas kehidupan masyarakat berdasarkan indikator-indikator yang sejalan dengan keilmuan ekonomi Islam itu sendiri. Jika ketiga aspek riset ini bisa terus dikembangkan, penulis yakin insya Allah keilmuan ekonomi Islam akan semakin berkembang dan semakin relevan dengan kebutuhan zaman. Wallaahu a’lam.

 

*Penulis adalah Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Staf Pengajar Dep Ilmu Ekonomi Syariah FEM IPB dan Wakil Ketua Umum VI DPP IAEI

Tulisan di atas telah dimuat di Rubrik Iqtishodia Harian Republika, 23 Januari 2020


Terkait

  • Lainnya

  • Bayar Zakat

DAFTAR REKENING ZAKAT BAZNAS

BRI Syariah 1000783214
BNI Syariah 0095555554
Bank Muamalat 3010070753
BSM 7001325498
BCA 6860148755
Bank Mandiri 0700001855555
CIMB Niaga Syariah 860000148800
Bank Mega Syariah 1000015559

an. BAZNAS

Untuk informasi daftar rekening lainnya, silahkan klik baznas.go.id/rekening

Atau melalui layanan zakat digital BAZNAS
1⃣ Website : baznas.go.id/bayarzakat
2⃣ Kitabisa : kitabisa.com/baznas
3⃣ Tokopedia : bit.ly/zakat-tokopedia
4⃣ Bukalapak : bit.ly/zakat-bukalapak
5⃣ Shopee : bit.ly/shopee-baznas

Konfirmasikan bukti transfer zakat dan infak Anda melalui:

Contact Centre BAZNAS
Whatsapp: +6287877373555
Telf: +62 21- 3904555
Email: layananmuzaki@baznas.or.id

Atau klik link :
bit.ly/KonfirmasiZakatBAZNAS

#ZakatTumbuhBermanfaat
http://baznas.go.id