Kerja Tanpa Henti, BAZNAS Berikan Pertolongan pada Korban Gempa

Lampu rotator di mobil rescue menjadi satu-satunya alat penerangan yang digunakan tim BAZNAS menyusuri jalan di Sembalun, Lombok Barat, Minggu (5/8).

Tim ini bergerak beberapa menit usai gempa bumi mengguncang Pulau Seribu Masjid, dengan kekuatan  7 skala Richter.

Sesaat setelah gempa, suasana yang sebelumnya dipenuhi keceriaan berubah menjadi kepanikan. Aliran listrik padam, suasana menjadi gelap gulita. Guncangan itu membuat banyak bangunan roboh, sebagian lagi rusak parah, jalan-jalan terbelah.

Kepanikan bertambah setelah Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami. Warga berhamburan, berlari menuju lokasi yang dianggap lebih aman.

Dengan penerangan seadanya, tim BAZNAS menyisir kawasan Sembalun, Lombok Barat.  Mencari para korban gempa.

Komandan Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Taufik Hidayat mengatakan timnya berusaha semampunya membantu warga mengevakuasi keluarganya yang tertimpa reruntuhan. Tim berhasil mengevakuasi lima orang meninggal, selain itu juga memberikan pertolongan pada puluhan korban luka-luka.

Setelah itu, tim bergabung dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung dan melanjutkan evakuasi korban. Aksi ini berlanjut hingga keesokan harinya.

Sementara tim BAZNAS di Lombok melakukan evakuasi, tim kedua disiapkan di Jakarta. Kali ini dengan peralatan yang lebih memadai dan segera diberangkatkan dengan pesawat Hercules TNI AU dari Bandara Halim Perdanakusuma pada Senin (6/8) pagi. BAZNAS juga menyiapkan tenaga medis dari Rumah Sehat BAZNAS Yogyakarta, Rumah Sehat BAZNAS Sidoarjo dan Rumah Sehat BAZNAS Makassar.

 

Rumah Sakit Lapangan

Evakuasi masih terus dilanjutkan hingga hari ketiga paskagempa. Setelah tim kedua tiba di Lombok, mereka segera bergabung dan membantu menyediakan makanan bagi pengungsi yang tinggal di tempat seadanya.

Tim melaporkan, bantuan belum banyak diterima warga yang menjadi korban gempa ini. Mereka masih tidur di tenda seadanya, pasien rumah sakitpun masih belum mendapat penanganan medis yang layak. Makanan juga masih belum mudah dicari, sehingga sangat diperlukan makanan siap santap seperti roti dan biskuit.

Tim ketiga tiba di lokasi, kali ini beranggotakan tim medis yaitu enam dokter dan tujuh orang perawat dari Rumah Sehat BAZNAS. Usai bergabung dengan tim medis di RSUD Tanjung, Lombok Utara, mereka bergerak untuk menyiapkan Rumah Sakit Lapangan di Lombok Utara.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Nasir Tajang mengatakan BAZNAS juga menyiapkan program pemberdayaan di bidang ekonomi untuk membantu masyarakat kembali dapat hidup layak dan mandiri. “Tim telah mulai mendata jumlah pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tidak dapat berjualan kembali akibat gempa. Kami menyiapkan bantuan agar usaha mereka kembali berjalan sehingga roda perekonomian kembali berputar,” katanya.