logo

Copyright ©2018 BAZNAS


BAZNAS Layani Kurban melalui Layanan Perbankan

BAZNAS melayani masyarakat dalam Program Kurban Berdayakan Desa pada Idul Adha 1439 H melalui berbagai layanan perbankan. Layanan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat menunaikan ibadah kurban sekaligus berpartisipasi dalam pemberdayaan kepada masyarakat desa.

Masyarakat dapat menunaikan kurban melalui lima bank yakni Bank BNI Syariah, Bank BRI Syariah, Bank Mandiri, Bank BCA dan Bank Muamalat.

Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA mengatakan berbagai layanan kemudahan menunaikan kurban disediakan, antara lain pembayaran melalui bank, serta melalui e-channel (ATM, mobile banking, internet banking).

"BAZNAS ingin melayani masyarakat pada Hari Raya Kurban ini dengan sebaik-baiknya, karena itu kami menyediakan berbagai kemudahan pembayaran. Agar tidak ada lagi masyarakat yang terhambat ibadahnya hanya karena keterbatasan waktu dan jarak," katanya.

Program Kurban Berdayakan Desa telah diselenggarakan dua tahun ini. BAZNAS ingin memanfaatkan momen besar umat Muslim ini untuk menjadi aktivitas ekonomi yang berdampak luas dan signifikan bagi pembedayaan masyarakat desa.

Pada Program Kurban Berdayakan Desa, hewan kurban dibeli dari para peternak desa. Kemudian dipotong dan dibagikan untuk masyarakat desa. 

"Sehingga, diharapkan para peternak, pengrajin kulit dan masyarakat desa dapat berdaya. Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbubuhan dapat terpenuhi gizinya," katanya.

Selain pembayaran tunai untuk melaksanakan kurban, BAZNAS bekerjasama dengan berbagai perbankan salah satunya PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) untuk membuka Tabung Kurban. Kerjasama ini dimulai usai penandatanganan Perjanjian Kerjasama dua pihak di Jakarta, Senin (6/8). 

Direktur Bisnis Ritel Bank Muamalat, Purnomo mengatakan, kerjasama ini disepakati karena keinginan untuk turut memberdayakan desa melalui hajat tahunan umat Muslim ini.

Masyarakat juga dapat berkurban dengan mekanisme pembayaran lebih ringan melalui Program Tabung Kurban, yakni menabung via virtual account Bank Muamalat sampai dengan terkumpul sejumlah nominal harga hewan kurban. 

Purnomo mengatakan, Bank Muamalat hadir memberikan solusi bertransaksi yang nyaman, aman dan berkah. 

"Kami harapkan program ini dapat disambut secara antusias bagi mereka yang hendak berkurban," katanya.

*

Tentang PT Bank Muamalat Indonesia Indonesia, Tbk

PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk merupakan pionir perbankan syariah. Didirikan pada 1 November 1991 dan memulai operasi pada 1 Mei 1992 dan hingga kini Bank Muamalat Indonesia terus mempertahankan eksistensinya. Sejak berdiri, Bank Muamalat Indonesia terus berinovasi dengan meluncurkan produk-produk unggulan. Kartu Shar-E Gold Debit Bank Muamalat menjadi kartu chip pertama yang dapat digunakan untuk bertransaksi bebas biaya di jutaan merchant di seluruh dunia. Kartu Shar-E Gold Debit bahkan meraih predikat sebagai Kartu Debit Syariah Berteknologi Chip Pertama di Indonesia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Hingga saat ini, Bank Muamalat Indonesia telah memiliki 278 jaringan kantor layanan seluruh Indonesia. 

Bank Muamalat Indonesia dimiliki oleh pemegang saham Islamic Development Bank atau IDB (32,7%), Boubyan Bank, Kuwait (22,0%), Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia (17,9%), National Bank of Kuwait (8,45%), dan beberapa badan usaha dan individu lainnya. Boubyan Bank dimiliki oleh National Bank of Kuwait.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Ali Akbar Hutasuhut

Head of Corporate Affairs

PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk

Muamalat Tower, 17th Floor

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18

Tel: +6221 8066 6000 ext. 117223

aliakbar@bankmuamalat.co.id

 

Indah DPP

Head of Corporate Communication

PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk

Muamalat Tower, 17th Floor

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 18

Tel : +6221 8066 6000 Ext. 117345

 

BAZNAS 

BAZNAS adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Kepres) No 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan Zakat Infak dan Sedekah pada tingkat nasional. Lahirnya UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional. BAZNAS sudah berdiri di 514 daerah (tingkat  Provinsi dan Kabupaten/ Kota).

ZAKAT SEKARANG