Diresmikan Menag, BAZNAS Berdayakan Mustahik Kampung Zakat di Bekasi

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengimplementasikan sejumlah program pemberdayaan mustahik di Kampung Zakat.

Hal itu mengemuka dalam peluncuran program Kampung Zakat oleh Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin, di Sumurbatu, Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2019).

Acara ini dihadiri Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) yang juga komisioner BAZNAS, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin; Sekretaris BAZNAS, Drs. Jaja Jaelani, MM; Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, M. Fuad Nasar dan Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru. 

Randi Swandaru menjelaskan, untuk menyukseskan program Kampung Zakat, BAZNAS menurunkan sejumlah tim. Antara lain, layanan kesehatan oleh Rumah Sehat BAZNAS (RSB), pemberian 300 paket makanan sehat oleh Layanan Aktif BAZNAS (LAB), pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) oleh BAZNAS Tanggap Bencana (BTB).

Kemudian, lanjut dia, juga ada Lembaga Beasiswa BAZNAS (LBB) dan penampilan pencak silat oleh siswa-siswi Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB).

Menurut Randi, kegiatan yang dihadiri 700 peserta dan diramaikan booth BAZNAS dan lembaga amil zakat (LAZ) tersebut, menghadirkan produk mustahik binaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Mustahik (LPEM) dan Zakat Community Development (ZCD).

"Tahun ini Kementerian Agama didukung BAZNAS menargetkan peluncuran tujuh titik Kampung Zakat. Dan yang ada di Bekasi ini adalah pertama pada 2019," ucap dia.

Di tempat yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag, Fuad Nasar, memaparkan, pihaknya menyerahkan bantuan percontohan Dirjen Bimas Islam untuk 5 masjid, 5 mushala, 5 majelis taklim, 2 ormas Islam. Juga ada program rehab Kantor Urusan Agama (KUA), 200 eksemplar al-Quran serta 500 paket alat shalat untuk warga.

Fuad menambahkan, pada 2018, BAZNAS dan Kemenag meluncurkan 7 Kampung Zakat. Yakni di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTT); Seluma, Provinsi Bengkulu; Halmahera Timur, Provinsi Maluku, Raja Ampat, Provinsi Papua Barat; Sulung, Provinsi Kalbar serta di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Provinsi Banten.

"Program ini bertujuan membangun masyarakat yang mandiri dan kuat. Ini program komprehensif yang mencakup berbagai sektor di antaranya mencakup ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan dan sektor sosial kemanusiaan," ujar Fuad.

Menurut dia, dengan sinergitas antarlembaga-lembaga pengelola zakat, maka penanganan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Indonesia bisa tecapai. 

Program ini, imbuh dia, melibatkan banyak pihak, di antaranya pemerintah pusat melalui Kemenag, BAZNAS, asosiasi lembaga amil zakat serta tidak lepas juga dari peran serta pemerintah daerah. 

"Untuk itu, perlu perhatian dan konsentrasi semua pihak guna mendorong dan mensukseskan program monumental ini,” kata Fuad.

Sementara itu, Randi menyebutkan, BAZNAS sangat terlibat dalam pelaksanaan program Kampung Zakat. Bahkan, tutur dia, BAZNAS menjadi koordinator bagi pelaksanaan program kampung zakat di beberapa daerah seperti di Bengkulu.

"Pengelolaan yang di sana itu kami yang koordinasikan, BAZNAS pusat, BAZNAS daerah, dan beberapa lembaga amil zakat untuk membangun sebuah kampung yang diberdayakan melalui program-program zakat," ujar Randi.