logo

Copyright ©2018 BAZNAS


BAZNAS Kembangkan Balai Ternak di Garut

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengembangkan program Balai Ternak dengan memberdayakan para mustahik untuk meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan kehidupannya. Salah satu lokasi yang dilakukan pengembangkan ini terdapat di Kampung Cimayid, Desa Karamatwangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, Anggota BAZNAS Irsyadul Halim, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat, KH Arif Ramdani, Ketua BAZNAS Kabupaten Garut yang diwakili, Forkopim kecamatan Cisurupan, Kepala Desa Cimayid dan para petani/peternak.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang mengatakan, pengembangan Balai Ternak BAZNAS ini dilakukan dengan memadukan konsep perbibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil. 

"Konsep pemberdayaan ini dilakukan dengan pemberian modal usaha dengan hewan ternak berupa domba. Tak berhenti di situ, demi mengembangkan para peternak, BAZNAS juga melakukan pelatihan-pelatihan, dan pendampingan, serta bantuan pemasaran hewan ternaknya dengan harapan perekonomian para mustahik bisa meningkat," katanya.

Ia menambahkan, di lokasi tersebut sebanyak 423 ekor domba dikelola oleh 45 kepala keluarga pada pengembangan program tahap awal ini. Rinciannya adalah 180 ekor domba induk betina, 18 ekor domba pejantan, dan 225 ekor bakalan. 

"Perputaran bisnis penggemukan bakalan terjadi sebanyak tiga kali dalam setahun. Jumlah yang dijual  setiap kali panen sebanyak 100 ekor. Dengan demikian dalam setahun terjadi penjualan bakalan jantan hasil penggemukan sebanyak 300 ekor. Domba tersebut dipasarkan untuk kebutuhan pasar lokal maupun kebutuhan Jabodetabek," kata Nasir.

Ia menjelaskan, pendapatan mustahik akan meningkat setiap bulannya dari Rp. 1.635.000,- menjadi Rp. 2.213.333,-. Jika dibandingkan dengan UMK Kabupaten Garut tahun 2019 (Rp. 1.807.285,-), penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 22,5%. Selain itu jika dibandingkan dengan Garis Kemiskinan Nasional tahun 2018 (Rp. 1.601.613,-), penghasilan tersebut lebih tinggi sebesar 38,2%.

Selama program berjalan, BAZNAS akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal 2 tahun. Pendamping ditempatkan di lokasi program dan membaur serta tinggal di lokasi program. Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk mengembangkan masyarakat dalam hal teknis beternak, kelembagaan, organisasi, mental spiritual, dan pengembangan agribisnis. 

"Dengan peningkatan pendapatan para mustahik, program Balai Ternak BAZNAS ini diharapkan bisa ikut membantu pemerintah dalam menurunkan angka kemiskinan di Indonesia. Pendampingan yang dilakukan BAZNAS secara intensif ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi, kelembagaan, dan spiritual," kata Nasir.