• COMMUNITY DEVELOPMENT
  • ZCD BAZNAS
  • ZCD BAZNAS

Profil Zakat Community Development

Zakat Community Development (ZCD) adalah program pemberdayaan BAZNAS melalui komunitas dan desa dengan mengintegrasikan aspek dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan secara komprehensif yang sumber pendanaannya dari zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya.


Tujuan

1. Membangun masyarakat yang berakhlaqul karimah.
2. Menguatkan kelembagaan masyarakat yang tangguh dan mandiri.
3. Meningkatkan angka partisipasi wajib belajar.
4. Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan derajat kesehatan dengan membangun pola hidup yang sehat dan bersih.
5. Meningkatkan pendapatan dengan membangun sistem mata pencaharian masyarakat yang berkelanjutan.

Prinsip

Zakat Community Development dalam melaksanakan tugas dan fungsi program berpegang kepada prinsip:

Amanah dan Bertanggung Jawab; Program dilaksanakan secara amanah dan dapat di pertanggungjawabkan (kesesuaian syariah, regulasi, manajerial, program dan proses).
Berkelanjutan; Terbangunnya sistem berbasis masyarakat (kelembagaan, mata pencaharian, dan kader lokal) yang mandiri dan berkelanjutan. Manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Partisipatif; Pelaksanaan Program melibatkan secara langsung mustahik atau penerima manfaat. Semua yang terlibat dalam penyaluran saling membantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Terintegrasi; Integrasi bidang (dakwah, pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan). Integrasi Multi Stakeholders (Government Sector, Private Sector, Civil Society). Integrasi pada tujuan pembangunan daerah, tujuan pembangunan nasional (Nawa Cita) dan tujuan pembangunan global (SDGs).

Strategi Program

Strategi Zakat Community Development dalam melaksanakan tugas dan fungsi program:

1. Penguatan Fasilitator Program dan Membangun Kader Lokal.
2. Berbasis Sumberdaya Lokal.
3. Berbasis Komunitas.
4. Berbasis Teknologi Tepat Guna.
5. Membangun Kelembagaan Lokal (institusi keuangan mikro syariah, institusi kesehatan, institusi pendidikan, dan institusi dakwah).
6. Menguatkan kapasitas masyarakat dalam pengurangan resiko bencana berbasis komunitas dengan membangun Desa Siaga Bencana.

Kategori dan Kriteria Program

KATEGORI KRITERIA
I. Berbasis Wilayah
  • Pedesaan
  • Perkotaan
  • Pesisir
  • Kepulauan
  • Pinggir Hutan
  • II. Berbasis Zona
  • Sumatera
  • Kalimantan
  • Sulawesi
  • Jawa
  • Bali dan Nusa Tenggara
  • Maluku dan Papua
  • III. Berbasis Potensi Lokal
  • Potensi Wisata dan Budaya
  • Komoditas dan sektor unggulan (perikanan, pertanian, perkebunan, kerajinan)
  • Dukungan masyarakat (modal sosial yang bagus)


  • Tahapan Program

    Tahapan Program Zakat Community Development BAZNAS dilaksanakan tiga tahap selama tiga tahun, terdiri dari:


    Tahap I; Perintisan dan Penumbuhan

    Salam Desa

    Ruang lingkup kegiatan:

    1. Baseline Data (usulan daerah* dan survey langsung)
    2. Perancangan Program
    3. Pengkondisian Masyarakat melalui Program-program Rintisan
    4. Pelaksanaan Program Utama
    5. Monitoring dan Evaluasi

    *) melalui kompetisi usulan program


    Tahap II; Penguatan

    Bangkit Desa

    Ruang lingkup kegiatan:

    1. Penguatan kapasitas Fasilitator Program dan Kader Lokal
    2. Penguatan Kelembagaan Lokal (institusi keuangan mikro syariah, institusi kesehatan, institusi pendidikan, dan institusi dakwah)
    3. Penguatan Manajemen Usaha Mustahik (produksi, pengelolaan keuangan, akses pasar)

    Tahap III; Pemandirian

    Desa Berkah

    Ruang lingkup kegiatan:

    1. Legalitas kelembagaan
    2. Kemampuan lembaga lokal dalam membiayai operasionalnya
    3. Kestabilan usaha mustahik (produksi –kualitas dan kuantitas, pemasaran, administrasi keuangan)
    4. Komitmen Stakeholders dalam menjamin keberlanjutan program
    5. Menjadi lokasi wisata dan memiliki komoditas unggulan

    Output Program

    1. Terwujudnya masyarakat yang berakhlaqul karimah (pelaksanaan ibadah ritual, tidak adanya unsur gharar dalam transaksi jual beli, komoditas yang dihasilkan halal dan thayib).
    2. Terwujudnya kelembagaan masyarakat yang tangguh dan mandiri (aspek legalitas lembaga, tertib administrasi, kemampuan membiayai operasional, membayar infaq dan atau zakat).
    3. Terjadinya peningkatan angka partisipasi wajib belajar (pemberantasan buta aksara dan buta Al Qur’an, terpenuhinya wajib belajar 12 tahun).
    4. Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan dan derajat kesehatan melalui pembangunan pola hidup yang sehat dan bersih (sarana air bersih, pengelolaan sampah, lingkungan yang sehat dan bersih, tanaman obat keluarga, tanaman pekarangan, POSYANDU yang aktif dan berkelanjutan).
    5. Meningkatnya pendapatan dan adanya sistem mata pencaharian masyarakat yang berkelanjutan.
    6. Meningkatkan pemahaman masyarakat berbasis kearifan lokal dalam pengurangan resiko bencana.


    Sebaran Program

    Berbasis Kab./Kota

    1. Langkat
    2. Agam
    3. Tanah Datar
    4. Sijunjung
    5. OKU
    6. Padang-Pariaman
    7. Banyuasin
    8. Lebak
    9. Pandeglang
    10. Tasikmalaya
    11. Sumedang
    12. Kuningan
    13. Sikka
    14. Siniu
    15. Palawa Baru
    16. Bulukumba
    17. Landak
    18. Sekadau
    19. Sambas
    20. Balikpapan
    21. Samarinda
    22. Berau
    23. Kutai Kertanegara
    24. Kutai Timur